— JAKARTA – Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dijadwalkan akan menggelar paparan publik tahunannya melalui Public Expose 2026 pada Kamis (10/10/2026) pagi. Acara yang akan diselenggarakan secara daring melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Dalam materi yang telah dipublikasikan, perseroan akan memaparkan kinerja keuangan untuk semester pertama tahun 2026. Selain itu, Gudang Garam juga akan mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh industri rokok legal di Indonesia. Penurunan volume penjualan masih menjadi isu utama akibat pergeseran konsumsi masyarakat ke rokok yang lebih murah dan tidak memenuhi ketentuan cukai.

Berdasarkan analisis Stockbit Sekuritas, Gudang Garam mencatat laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada kuartal kedua 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan secara tahunan dibandingkan Rp 13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh efek basis rendah. Dengan demikian, laba bersih selama semester pertama 2026 mencapai Rp 3 triliun, melonjak dari Rp 117 miliar pada semester pertama 2025.

Capaian laba bersih Gudang Garam tersebut melampaui ekspektasi, setara dengan 77% dari estimasi konsensus tahun 2026. Kinerja positif ini didukung oleh ekspansi margin laba kotor sebesar 510 basis poin secara tahunan pada kuartal kedua 2026 dan 600 basis poin pada semester pertama 2026. Margin laba usaha juga mengalami peningkatan sebesar 800 basis poin dan 830 basis poin secara tahunan, meskipun pendapatan mengalami penurunan 1% secara tahunan pada kuartal kedua dan 7% pada semester pertama.

Ekspansi margin laba kotor terutama disebabkan oleh penurunan biaya cukai sebesar 12% pada kuartal kedua dan 14% pada semester pertama 2026. Peningkatan margin laba usaha turut didukung oleh penurunan beban operasional sebesar 33% pada kuartal kedua dan 34% pada semester pertama tahun ini.

Stockbit Sekuritas menyoroti penurunan beban karyawan sebesar 27% selama semester pertama 2026 sebagai salah satu faktor yang menekan beban operasional. Hal ini sejalan dengan penurunan jumlah karyawan menjadi 21 ribu per Juni 2026, dibandingkan dengan 27 ribu pada Juni 2025.

Dari sisi pendapatan, Stockbit memperkirakan penurunan tersebut lebih disebabkan oleh volume penjualan yang menurun. Hal ini terlihat dari kenaikan harga jual rata-rata produk Gudang Garam berdasarkan pantauan channel checks.