— Harga tembaga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di London Metal Exchange (LME). Kenaikan ini didorong oleh kombinasi kekhawatiran tarif Amerika Serikat (AS) dan ketatnya pasokan global. Reli komoditas ini menjadi ‘angin buritan’ yang turut mendorong harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

“Rekor harga tembaga mencerminkan pertemuan dua kekuatan yang jarang terjadi bersamaan, yaitu kekhawatiran tarif jangka pendek dan defisit struktural jangka panjang,” kata Head of Research Pluang, Jason Gozali di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Jason, kondisi pasokan tembaga semakin ketat karena sejumlah tambang besar dunia telah menua dan mengalami kesulitan mengimbangi lonjakan permintaan. Kebutuhan tembaga terutama bersumber dari pembangunan pusat data, sektor energi terbarukan, serta jaringan listrik.

Sebagai informasi, kontrak berjangka tembaga LME untuk pengiriman tiga bulan sempat menguat 0,8% menjadi US$ 14.533 per ton. Level tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Januari 2026.

Setelah menyentuh rekor, harga tembaga tercatat naik 0,7% menjadi US$ 14.513 per ton. Secara tahunan, harga logam industri ini telah menguat sekitar 17%.

Reli yang berlangsung selama beberapa pekan itu juga dipicu oleh kekhawatiran Presiden AS Donald Trump akan memperluas penerapan tarif terhadap impor logam olahan. Faktor tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati potensi gangguan perdagangan dan pasokan dalam jangka pendek.

Di sisi lain, persoalan fundamental pasokan tetap menjadi penopang utama harga tembaga. Tambang-tambang besar yang makin menua dinilai belum mampu mengejar pertumbuhan permintaan dari sektor teknologi dan transisi energi.

Kenaikan harga tembaga turut menjadi sentimen positif bagi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), salah satu produsen dan penambang tembaga serta emas skala besar. Hingga berita ini ditayangkan, saham AMMN melonjak 4,3% ke level Rp 4.600.

Sementara itu, dikutip dari Mining.com, kapitalisasi pasar 50 perusahaan tambang terbesar dunia melonjak US$ 357 miliar sepanjang Agustus 2026, didorong oleh reli harga emas dan tembaga. Di tengah penguatan tersebut, AMMN masuk jajaran Top 50 dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar US$ 18,03 miliar.

AMMN menempati peringkat ke-43 dalam daftar perusahaan tambang terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Saham AMMN menguat 9,5% secara month to date (mtd) sepanjang Agustus, meskipun masih terkoreksi 35% secara year to date (ytd).