Jurnal Indonesia — TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (8/9/2026) pagi. Sebanyak tiga ton air disiapkan untuk disalurkan langsung ke titik api.
Komandan Lanud Atang Senjaya Marsma TNI AF Picaulina menyatakan metode ini sangat efektif. “Ya tentu saja. Jika bisa dibayangkan sebesar 3 ton air langsung dicurahkan dari langit langsung ke titik sasaran, tentu saja sangat efektif,” ujarnya.
Pihaknya menerjunkan beberapa sortie atau ember berisi air. Satu kali pembuangan menggunakan hampir 3 ton air, tepatnya 2.950 liter, untuk memadamkan api. “Jadi satu kali kita membuang sebanyak hampir 3 ton air yang kita buang ke lokasi. Seperti yang bisa dapat dilihat, api perlahan-lahan semakin mengecil,” jelasnya.
Metode water bombing ini, menurut Marsma TNI Picaulina, merupakan prosedur standar yang telah terbukti berhasil dalam menangani kebakaran di berbagai wilayah. “Karena hal yang sama pada hari ini kami laksanakan di beberapa titik di luar Pulau Jawa sendiri. Seperti Karhutla di Kalimantan, Karhutla di Sumatera, semuanya kita menggunakan sistem yang sama,” terangnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto yang melakukan pengecekan di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, mengungkapkan kendala utama dalam upaya pemadaman adalah akses menuju titik api. TPA tersebut memiliki luas puluhan hektare dan titik api berada di area yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.
“Kendala yang luar biasa tantangannya adalah akses di mana di sini adalah tempat pembuangan akhir sampah luasnya puluhan hektare dan titik api bukan berada di tengah-tengah timbunan sampah yang aktif. Tapi titik api berada di ujung paling belakang sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa mengakses ke dalam,” kata Rudy.
Untuk mengatasi keterbatasan akses, petugas pemadam kebakaran terpaksa menyambung selang air dalam jarak yang sangat panjang, mencapai 400 hingga 500 meter. Namun, konsekuensinya adalah penurunan tekanan air yang signifikan ketika mencapai titik api.
“Dari beberapa selang pemadam kebakaran yang ada kita sambung-sambung menjadi satu kurang lebih panjangnya sampai titik ini ada 400 hingga 500 meter. Tekanan air juga semakin turun,” tuturnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.