Jurnal Indonesia — JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (9/9/2026), tergerus 88,8 poin atau 1,33% ke level 6.589,3. Pelemahan ini terjadi meskipun beberapa saham menunjukkan penguatan signifikan.
Di tengah penurunan indeks, sejumlah saham yang masuk dalam kategori LQ45 terpantau menguat. Penguatan tertinggi dicatatkan oleh saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melesat 4,7%. Selain itu, empat saham lainnya yakni GSMF, MGNA, JECC, dan SAPX kompak mencapai Auto Rejection Atas (ARA), dengan lonjakan harga mencapai 24% hingga 34%.
Secara keseluruhan, sebanyak 161 saham tercatat naik, berbanding terbalik dengan 543 saham yang turun, dan 259 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari itu mencapai Rp 21,3 triliun.
Seluruh sektor saham yang terdaftar di bursa juga mengalami pelemahan. Sektor energi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan sebesar 2%, diikuti oleh sektor transportasi yang melemah 1,8%. Sektor infrastruktur turun 1,3%, kesehatan 1,2%, barang baku 1,19%, dan perindustrian 1,19%.
Pelemahan juga terjadi pada sektor properti sebesar 1,08%, barang konsumen primer 1,01%, keuangan 0,89%, barang konsumen non-primer 0,74%, dan sektor teknologi yang ditutup dengan penurunan 0,56%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa ketidakpastian terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor penekan pasar. Iran telah menyatakan kesiapannya menghadapi konflik yang lebih intens, sementara Presiden AS Donald Trump memperkirakan perang tersebut akan berlangsung hingga setelah pemilihan sela pada November.
Situasi ini, lanjut Pilarmas, meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak yang dipicu oleh hal tersebut berpotensi mendorong inflasi karena meningkatnya biaya energi dan produksi, yang pada gilirannya memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, Pilarmas menambahkan, pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Data ini dianggap sebagai salah satu indikator penting bagi arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berada di kisaran 60,2%.
Cuan Besar di Tengah Pelemahan Indeks
Meskipun IHSG mengalami pelemahan, terdapat lima saham yang memberikan keuntungan terbesar bagi investor pada hari itu, dengan kenaikan harga berkisar antara 24% hingga 34% dalam satu hari perdagangan.
Saham-saham tersebut antara lain PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) yang melesat 34,7% ke harga Rp 124, PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang melonjak 34,6% ke Rp 136, dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) yang naik 28,7% ke Rp 85.
Selain itu, saham PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) menguat 25% ke Rp 825, dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) terangkat 24,5% ke Rp 406.
Sementara itu, beberapa saham mengalami koreksi tajam. PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) longsor 12,5% ke Rp 174, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) ambles 12,3% ke Rp 71, dan PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) jatuh 10% ke Rp 72.
Saham PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) juga terkoreksi 9,6% ke Rp 141, dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) melemah 9,5% ke Rp 660.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.