Jurnal Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 66,7 poin atau 1 persen, ditutup pada level 6.686,4 pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan ini didukung oleh sejumlah saham unggulan, termasuk PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang meroket 9,8% dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 8,3%.
Tiga saham secara kompak mencapai batas tertinggi Auto Rejection Atas (ARA), yaitu saham POLA, ASPI, dan SHID. Selain itu, saham-saham lain yang masuk dalam kategori top gainers juga menunjukkan lonjakan signifikan, dengan saham POLA dan SOHO mencatat kenaikan harga antara 19% hingga 34%.
Secara keseluruhan, pasar saham menunjukkan tren positif dengan 380 saham menguat, 260 saham melemah, dan 323 saham stagnan. Total nilai transaksi pada bursa hari itu mencapai Rp 15 triliun.
Sektor Unggulan dan Pelemahan
Beberapa sektor saham menunjukkan penguatan pada penutupan pasar. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 2%, diikuti oleh sektor barang konsumen primer sebesar 1,39%, sektor perindustrian 1,22%, sektor energi 1,17%, dan sektor infrastruktur 0,83%. Sektor keuangan dan transportasi juga mencatat penguatan masing-masing 0,79% dan 0,73%, sementara sektor properti naik tipis 0,2%.
Di sisi lain, beberapa sektor mengalami pelemahan, yaitu sektor kesehatan yang turun 0,59%, sektor teknologi 0,34%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,13%.
Sentimen Pendukung Penguatan IHSG
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG hari ini didorong oleh sentimen domestik yang membaik. Keterjagaan cadangan devisa dan kembalinya operasional sejumlah bandara setelah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi faktor pendukung utama.
Cadangan devisa Indonesia tercatat meningkat menjadi US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, naik dari US$ 145,3 miliar pada akhir Juli. Bank Indonesia menyatakan posisi ini cukup untuk membiayai 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Pembukaan kembali bandara yang sebelumnya ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga dinilai dapat mengaktifkan kembali aktivitas ekonomi. Hal ini diharapkan berdampak positif pada sektor logistik, rantai pasok, mobilitas, dan konektivitas bisnis.
Kondisi Pasar Regional
Di pasar regional, indeks saham Asia dilaporkan bergerak mixed. Pelaku pasar masih mencermati ketegangan geopolitik yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak berjangka.
Saham dengan Cuan Terbesar dan Terbesar
Pada hari ini, lima saham memberikan keuntungan paling besar dengan kenaikan harga mencapai 20% hingga 34%. Saham-saham tersebut adalah PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) yang melonjak 34,6% ke Rp 70, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 25% ke Rp 505, dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) yang melonjak 25% ke Rp 850.
Saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) juga meningkat 20,9% menjadi Rp 1.820, dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) terangkat 20,7% ke Rp 204.
Sementara itu, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) anjlok 13,6% ke Rp 570, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) ambles 13,16% ke Rp 198, dan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) jatuh 11,9% ke Rp 222. Saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) terkoreksi 10% ke Rp 810, dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) terkikis 9,8% ke Rp 478.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.