Jurnal Indonesia — JAKARTA – Putri Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, yang bernama Kim Ju Ae, diyakini memiliki seorang adik kandung. Informasi ini diungkapkan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) dan memberikan gambaran lebih mendalam mengenai struktur keluarga serta potensi suksesi kekuasaan di negara tersebut.
Menurut pernyataan resmi NIS pada Kamis (10/9/2026) yang dikutip Reuters, Kim Ju Ae sedang dipersiapkan secara intensif sebagai calon penerus kepemimpinan Korea Utara. Pihak intelijen juga mengonfirmasi adanya adik kandung Kim Ju Ae, meskipun jenis kelaminnya belum dapat dipastikan secara terbuka.
NIS menjelaskan bahwa proses verifikasi mengenai keberadaan sosok kakak laki-laki Kim Ju Ae masih terus berjalan. Namun, lembaga intelijen Korea Selatan menilai, jika kakak laki-laki tersebut benar ada, posisinya tidak menempatkannya sebagai calon pemegang kekuasaan utama.
Sejak diperkenalkan ke publik pada akhir 2022 saat mendampingi ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua, Kim Ju Ae semakin sering tampil di hadapan umum. Ia secara rutin mendampingi Kim Jong Un dalam berbagai agenda penting, termasuk kegiatan militer, politik, hingga kunjungan kenegaraan.
Media pemerintah Korea Utara bahkan telah menggunakan gelar kehormatan hyangdo (sosok pembimbing agung) untuk Kim Ju Ae. Gelar ini secara historis hanya diperuntukkan bagi pemimpin tertinggi dan suksesor resmi negara tersebut.
Dinasti Kim telah memimpin Korea Utara sejak negara itu didirikan oleh Kim Il Sung. Doktrin legitimasi kekuasaan didasarkan pada garis keturunan yang dikenal sebagai “Darah Paektu”.
Munculnya Kim Ju Ae sebagai figur sentral di media resmi Korea Utara menarik perhatian besar para analis internasional. Dalam tatanan sosial dan politik Korea Utara yang berorientasi patriarki, penunjukan seorang putri sebagai suksesor menandai pergeseran sejarah yang signifikan.
Langkah kepemimpinan Korea Utara yang menampilkan Kim Ju Ae secara berkala dinilai sebagai upaya terencana untuk menanamkan citra calon penerus generasi keempat di mata rakyat Korea Utara serta komunitas internasional.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.