Jurnal Indonesia — PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memberikan sinyal positif mengenai pembagian dividen kepada para pemegang sahamnya. Perusahaan jalan tol pelat merah ini berencana untuk mempertahankan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) pada tingkat yang stabil.
Secara historis, Jasa Marga telah konsisten membayarkan dividen dengan DPR berkisar antara 25% hingga 30% dari laba bersih perusahaan. Pada tahun buku 2025, perusahaan ini bahkan membayarkan dividen dengan rasio 31%, melebihi usulan manajemen yang semula 25%.
Distribusi dividen pada tahun buku 2025 mencapai Rp1,1 triliun. Angka ini mencerminkan 31% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk, yang totalnya sebesar Rp3,6 triliun.
Manajemen Jasa Marga mengindikasikan bahwa rasio serupa kemungkinan besar akan dipertahankan untuk pembayaran dividen pada tahun buku 2026. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa Jasa Marga memiliki karakteristik bisnis yang defensif.
Karakteristik usaha dan konsesi jalan tol yang dimiliki diharapkan dapat memastikan penciptaan nilai yang berkelanjutan dalam jangka panjang bagi para pemegang saham. “Untuk itu, kami memastikan konsistensi pembayaran dividen kepada pemegang saham yang kami serahkan dalam DPR yang stabil dan sesuai ekspektasi,” ujar Rivan dalam paparan publik, Rabu (9/9/2026).
Oleh karena itu, Jasa Marga bertekad untuk terus menjaga nominal pembagian dividen tetap stabil. Hal ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan, termasuk kebutuhan investasi dan keberlanjutan bisnis.
Tahun ini, Jasa Marga telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp12 triliun. Hingga semester I-2026, realisasi capex telah mencapai Rp4,4 triliun.
Rivan menegaskan bahwa Jasa Marga akan terus berupaya mengoptimalkan jadwal konstruksi untuk pengoperasian jalan tol baru secara bertahap. Upaya ini memastikan realisasi capex tahun ini sesuai dengan rencana dan kondisi lapangan. “Kami estimasikan, capex investasi sampai akhir 2026 ini adalah mencapai sekitar Rp12 triliun,” tandas Rivan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.