— JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terus memperkuat posisinya sebagai operator jalan tol terkemuka di Indonesia melalui optimalisasi jaringan, pengembangan portofolio, dan penciptaan sumber pertumbuhan baru. Strategi ini bertujuan memaksimalkan skala bisnis untuk mendorong pertumbuhan perseroan.

Dengan mengintegrasikan kekuatan jaringan, aset, layanan, teknologi, dan kapabilitasnya, Jasa Marga melihat potensi ekspansi yang signifikan. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari bisnis jalan tol, tetapi juga dari berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang koridor jalan tol yang dikelolanya.

Upaya strategis ini membuahkan hasil positif pada semester I-2026, sebagaimana disampaikan dalam gelaran Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia secara daring pada Rabu (9/9/2026).

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa fundamental yang sehat memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis secara hati-hati sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru. “Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi finansial yang sehat, menjadi fondasi yang kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset, sekaligus mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan (value creation),” ujar Rivan.

Pendapatan perseroan ditopang oleh arus kas operasi yang solid, yang memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang dan memperkuat ketahanan likuiditas perseroan di tengah dinamika makroekonomi.

Kinerja Jasa Marga hingga semester I-2026 menunjukkan ketahanan tersebut. Perseroan mencatat pendapatan usaha atau omzet sebesar Rp 10,31 triliun, mengalami pertumbuhan 7,6% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan tol sebesar Rp 9,5 triliun (naik 6,8% yoy) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 798,2 miliar (melonjak 17,6% yoy).

Pertumbuhan pendapatan terkonversi positif menjadi profitabilitas. EBITDA perseroan naik 8,1% (yoy) menjadi Rp 6,99 triliun, dengan margin EBITDA yang terjaga di level 67,8%. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,91 triliun, tumbuh 2,0% (yoy).

Profil risiko utang perseroan juga tetap terkendali secara prudent. Tercermin dari gearing ratio yang tercatat pada level 1,2 kali dan interest coverage ratio (ICR) yang tumbuh menjadi 3,9 kali. Angka ini menunjukkan kapasitas perseroan dalam menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk melanjutkan agenda investasi strategis dan pengembangan bisnis.

Pada saat berita ini disusun, saham Jasa Marga (JSMR) diperdagangkan pada level Rp 3.020. Dalam sebulan terakhir, saham ini mengalami kenaikan 8,24%.

Meskipun demikian, rasio price to book value (PBV) saham JSMR masih berada di angka 0,59 kali. Rasio ini membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham. Sementara itu, price earning ratio (PER) tercatat 5,74 kali (annualized), yang membandingkan harga saham di pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.