— Jakarta menawarkan pesona yang beragam, tidak hanya melalui gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan. Cara lain untuk mengenal karakter ibu kota adalah dengan duduk santai di kedai kopi, menikmati sajian nikmat, sambil mengamati denyut kehidupan kota.

Bagi pengunjung dari luar Jakarta, kedai kopi dapat menjadi gerbang personal untuk memahami kota. Lucky Wulandari, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, menjelaskan bahwa kedai kopi merefleksikan berbagai sisi Jakarta. Di satu tempat, nuansa tempo dulu bisa terasa, sementara di tempat lain terlihat percampuran budaya Betawi, Tionghoa, Melayu, dan modernitas.

Bahkan, kedai specialty coffee pun bisa menjadi sarana edukasi mengenai perjalanan kopi Indonesia, mulai dari asal biji, proses pascapanen, roasting, hingga penyajiannya.

Oleh karena itu, 10 rekomendasi kedai kopi ini tidak hanya berfokus pada kualitas rasa. Kriteria pemilihan mencakup kedai yang mampu meninggalkan kesan mendalam, baik melalui rasa, suasana, cerita, maupun pengalaman unik yang sulit ditemukan di tempat lain.

1. Kopi Es Tak Kie, Glodok

Perjalanan rasa dapat dimulai di Gang Gloria, Glodok, tepatnya di Kopi Es Tak Kie yang telah berdiri sejak 1927. Kedai ini menyatu dengan atmosfer Chinatown Jakarta. Dengan kisaran harga Rp25.000-Rp50.000, pengunjung bisa menikmati Kopi Es Susu atau Kopi Es Tak Kie, ditemani mi ayam dan nasi campur.

Daya tarik utamanya adalah pengalaman bernostalgia dengan Jakarta tempo dulu, bukan semata-mata specialty coffee. Kedai ini ideal dikunjungi pada pagi hari, beroperasi sekitar pukul 07.00-13.30.

2. Toko Kopi Tuku Cipete

Toko Kopi Tuku menjadi destinasi menarik bagi yang ingin memahami fenomena kopi susu gula aren di Indonesia. Berdiri di Cipete Raya sejak 2015, Es Kopi Susu Tetangga menjadi identitas ikoniknya.

Dengan harga Rp25.000-Rp50.000, pengunjung bisa mencicipi Es Kopi Susu Tetangga, Donat Kampoeng, atau Bolu Piscok. Rasanya yang familiar sangat cocok bagi penikmat kopi yang belum terbiasa dengan kopi hitam. Aksesnya pun mudah melalui MRT Stasiun Cipete Raya.

3. Giyanti Coffee Roastery, Menteng

Bagi penikmat kopi yang ingin mendalami karakter biji kopi, Giyanti Coffee Roastery menawarkan pengalaman berbeda. Berlokasi di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, kedai ini menyajikan flat white, kapucino, dan manual brew dengan harga Rp50.000-Rp100.000.

Giyanti memikat bukan hanya karena kualitas kopinya, tetapi juga pengalamannya dalam memahami specialty coffee. Konsep roastery dan suasana rustic memungkinkan pengunjung melihat kopi dari perspektif rasa dan prosesnya. Flat white menjadi salah satu menu yang sangat diapresiasi.

4. Kopi Oey Sabang

Kopi Oey menawarkan pengalaman menyeruput kopi dengan nuansa peranakan yang kental. Didirikan oleh Bondan Winarno pada 2009 di Jalan Haji Agus Salim, kedai ini memadukan kopi dengan hidangan ala kopitiam.

Kopi susu, roti, dan makanan khas menjadi pilihan tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan sekaligus kopi. Nilai jual utamanya adalah suasana dan identitas kuliner yang kuat.

5. Bakoel Koffie Cikini

Bakoel Koffie menjadi pilihan bagi yang ingin merasakan suasana Jakarta lama dalam balutan kedai kopi yang tetap relevan dengan budaya kopi modern. Berlokasi di Jalan Cikini Raya No.25, kedai ini menawarkan Ice Koffie Black Mist, Tubruk, dan Manual Pour Over dengan kisaran harga Rp50.000-Rp150.000.

Menurut Mirza Arkananta, seorang pengunjung, Bakoel Koffie menarik karena harmonisasi antara nostalgia dan kopi. Menu Black Mist cocok bagi pencinta kopi dingin, sementara Heritage 1969 ideal bagi penikmat kopi hitam dengan karakter dark chocolate dan molase. Suasana vintage menjadi bagian integral dari pengalaman keseluruhan. Kedai ini sangat ideal dikunjungi setelah perjalanan KRL dan turun di Stasiun Cikini.

6. Anomali Coffee Senopati

Anomali Coffee Senopati adalah pilihan rasional bagi yang ingin menjelajahi kekayaan rasa kopi Indonesia. Pengunjung dapat menikmati V60, single origin Indonesia, atau espresso-based coffee dengan harga Rp50.000-Rp75.000.

Kekuatan Anomali terletak pada kesempatan berdialog dengan barista. Pengunjung dapat menyampaikan preferensi rasa mereka, seperti fruity, nutty, chocolatey, atau earthy, untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat. Pengalaman interaktif ini jauh lebih berharga daripada sekadar memesan kopi secara acak.

7. Filosofi Kopi Melawai

Filosofi Kopi membawa dimensi baru di mana kopi berpadu dengan pop culture. Terkait erat dengan film berjudul sama yang diadaptasi dari karya Dewi Lestari, kedai di kawasan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan ini menyajikan signature coffee dan kopi Nusantara.

Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk merasakan persinggungan antara film, komunitas kreatif, literasi, dan budaya kopi Indonesia. Lokasinya mudah dipadukan dengan agenda kuliner Blok M dan M Bloc Space.

8. Kopikalyan Archive Senopati

Kopikalyan Archive di Jalan Cikajang No.5 merepresentasikan wajah coffee culture Jakarta yang modern. Dengan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000, pilihan menu meliputi latte, espresso-based coffee, dan manual brew.

Tempat ini ideal bagi wisatawan yang membutuhkan jeda istirahat setelah berkeliling Jakarta. Konsepnya mendukung aktivitas mengobrol, bekerja, atau sekadar menikmati kopi dalam suasana lifestyle Jakarta Selatan.

9. Kedai Kopi Malabar 3, Kramat Pela

Kedai Malabar menawarkan alasan kuat untuk masuk dalam daftar wisata kopi. Dengan rating tinggi dan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000, kedai ini tidak hanya menjual kopi.

Perpaduan kopi dan makanan Indonesia menjadi daya tarik utama Malabar. Lontong Sayur Spesial Malabar direkomendasikan bagi wisatawan luar Jakarta, dengan kuah yang kaya rasa dan ayam yang empuk. Untuk kopi, Kopi Susu Malabar adalah pilihan aman, sementara V60 atau tubruk cocok bagi yang ingin eksplorasi.

Area indoor dan outdoor yang nyaman membuat kedai ini lebih cocok dikunjungi sore menjelang malam. Pengalaman kuliner yang holistik menjadikan kopi sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Indonesia.

10. Kapitan Lim Resto & Kopi, Tanah Abang

Kapitan Lim menyajikan pengalaman unik dengan karakter bangunan tua berornamen Tionghoa. Berlokasi di Jalan H. Fachrudin No.82A, kedai ini menawarkan kisaran harga Rp50.000-Rp75.000.

Daya tarik utama kedai kopi ini adalah pertemuan antara kopi, makanan, arsitektur, dan sejarah. Bangunan yang dulunya vihara dan dialihfungsikan menjadi restoran pada 2019 memberikan lapisan cerita yang khas.

Kesepuluh kedai kopi ini memiliki karakter unik masing-masing. Bagi wisatawan, kedai terbaik bukan hanya soal rasa kopi, tetapi juga tentang pengalaman dan cerita berkesan yang ditawarkannya.