Jurnal Indonesia — TANGERANG SELATAN – Jaringan utilitas telekomunikasi berupa kabel udara di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) kini mulai direlokasi ke bawah tanah. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kecelakaan yang disebabkan oleh kabel menjuntai serta untuk merapikan estetika perkotaan.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa penataan jaringan kabel telekomunikasi ini bertujuan ganda. “Penataan jaringan kabel telekomunikasi ini bukan hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan,” kata Benyamin pada Kamis (30/7/2026).
Menurut Benyamin, program penataan jaringan kabel telekomunikasi ini diharapkan dapat membuat wilayah Tangsel menjadi lebih rapi, aman, dan nyaman. Penataan awal telah dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya yang berada di Kecamatan Ciputat Timur. “Program ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap di berbagai koridor jalan utama di Tangsel agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Program relokasi kabel utilitas ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Dimulai sejak tahun 2022, penataan dilakukan secara bertahap dengan memindahkan jaringan telekomunikasi dari kabel udara ke saluran bawah tanah yang disebut ducting. Tujuannya adalah agar koridor jalan menjadi lebih tertata tanpa mengganggu layanan telekomunikasi yang diberikan kepada masyarakat.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, mengungkapkan bahwa relokasi kabel utilitas merupakan pekerjaan yang kompleks. Hal ini dikarenakan melibatkan banyak operator telekomunikasi yang memiliki tingkat kesiapan jaringan berbeda-beda. Lebih lanjut, Robbi menegaskan bahwa pembangunan jaringan bawah tanah ini dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangsel.
“Relokasi kabel utilitas bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Sejak awal 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator. Alhamdulillah, hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat,” ujar Robbi.
Proses relokasi diawali dengan pembangunan jaringan saluran bawah tanah (ducting). Setelah seluruh jaringan aktif dan dipastikan berfungsi normal, setiap operator telekomunikasi akan melakukan migrasi jaringan mereka. Tahap akhir adalah pemutusan kabel udara lama secara bertahap. “Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu proses relokasi dilakukan secara bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” jelasnya.
Sejak program ini dimulai pada 2022 hingga pertengahan 2026, sebanyak sembilan ruas jalan telah berhasil ditata menggunakan metode horizontal directional drilling (HDD). Teknologi ini memungkinkan pengeboran bawah tanah tanpa perlu melakukan penggalian terbuka. Ruas jalan yang sudah ditata meliputi Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan-Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara, Jalan Menjangan Raya, Jalan Merpati Raya, serta sebagian koridor Jalan WR Supratman.
Sementara itu, sejumlah ruas jalan lainnya masih dalam tahap pengerjaan, mulai dari pembangunan jaringan HDPE, penarikan kabel ke saluran bawah tanah, pemutusan kabel udara secara bertahap, hingga survei perencanaan.
Robbi menambahkan, penataan utilitas ini memiliki manfaat yang jauh lebih penting dari sekadar keindahan visual. “Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap proses pembangunan ini. Robbi juga meminta pengertian masyarakat terkait potensi gangguan lalu lintas yang mungkin terjadi selama pekerjaan berlangsung. “Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” tutupnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.