Jurnal Indonesia — Kampung Somang yang kini tenggelam di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, rupanya menyimpan kisah unik. Wilayah yang kembali terlihat ini ternyata pernah dipilih menjadi lokasi syuting film horor berjudul Jembatan Shiratal Mustaqim.
Proses syuting film yang disutradarai Bounty Umbara itu, menurut salah satu warga sekitar bernama Maman, dilakukan pada akhir tahun 2024 atau awal 2025. Pada saat itu, air bendungan sudah merendam sebagian rumah di Kampung Somang.
“Bendungan juga sempat disurutkan sedikit untuk syuting film,” ujar Maman pada Rabu (29/7/2026).
Dalam film tersebut, kondisi Kampung Somang yang sudah hancur digambarkan sebagai daerah yang terdampak tsunami. Maman menambahkan, banyak warga di sekitar danau di Kecamatan Sajira yang dilibatkan dalam produksi film, baik sebagai figuran maupun kru teknis.
“Lampunya dipasang di atas,” kata Maman sambil menunjuk sisa menara masjid berwarna hijau yang kini telah rusak.
Jumaidi, yang bertugas sebagai penjaga keamanan selama syuting, menceritakan antusiasme warga sekitar yang ingin menyaksikan pengambilan gambar film horor tersebut. “Siang malam syuting, hampir sebulan,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak warga lokal yang turut berperan sebagai pemeran hantu. “Seram pokoknya, tempatnya juga sudah seram,” ungkapnya.
Saat dikunjungi pada Rabu (29/7), rakit menjadi satu-satunya alat transportasi yang digunakan warga untuk bepergian dari dan menuju Rangkasbitung. Rumah-rumah di kampung tersebut kini tidak lagi memiliki atap, dan sebagian temboknya mulai roboh. Kampung Somang kini sepenuhnya tidak berpenghuni.
Dahulu, kampung ini merupakan permukiman padat penduduk dengan jarak antar rumah yang sangat berdekatan. Jika memasuki sisa-sisa bangunan, tata letak ruangan seperti dapur atau kamar mandi masih terlihat jelas bentuknya.
Meskipun ramai diperbincangkan di media sosial, Kampung Somang tidak banyak dikunjungi oleh warga dari luar Kecamatan Sajira. Mayoritas pengunjung yang berada di lokasi saat ini adalah warga dari kampung-kampung sekitarnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.