Jurnal Indonesia — Jakarta – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di kawasan Pulo Mas Utara 2B, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7) malam. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa dua orang anak yang masih bersaudara, kakak dan adik.
Kejadian bermula sekitar pukul 19.31 WIB, ketika warga sekitar mendengar suara dentuman yang disusul kobaran api membesar. Api dengan cepat menjalar ke bagian rumah lainnya, memicu kepanikan warga.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan. Sebanyak 9 unit mobil pemadam beserta unit pendukung dan 45 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 21.21 WIB.
Penyebab pasti kebakaran dan taksiran kerugian materiil masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, fokus utama saat ini adalah duka mendalam yang dirasakan keluarga korban.
Dua Korban Meninggal Kakak-Adik
Dua jenazah korban ditemukan di dalam kamar rumah yang terbakar. Kapolsek Pulogaduh Kompol Gomos Simamora mengonfirmasi bahwa kedua korban adalah kakak dan adik, lahir pada tahun 2011 dan 2018.
Kondisi Rumah Pasca-Kebakaran
Pantauan di lokasi kejadian pada Selasa (28/7/2026), rumah yang terbakar telah dipasangi garis polisi. Puing-puing sisa kebakaran terlihat berserakan, sementara atap dan tembok rumah tampak hangus dilalap api. Tidak ada aktivitas terlihat di area rumah tersebut.
Kesaksian Warga di Lokasi
Agung, seorang petugas keamanan di wilayah tersebut, menceritakan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. Ia mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari dua motor yang berada di dalam rumah.
“Ada (ledakan) bang. Motor di dalam dua meledak, bang,” ujarnya.
Agung juga mengungkapkan upaya heroik ayah korban yang sempat ingin menerobos kobaran api demi menyelamatkan kedua anaknya. Saat kejadian, ayah korban sedang berbincang dengan Agung di pos keamanan dan bergegas menuju rumahnya setelah mendengar kabar kebakaran.
“Bapaknya (lagi) ngobrol sama saya di pos. Jadi dia ke pos, saya tanya, nyamperin datang ke pos, ‘Eh, Bos, nggak bawa motor?’ ‘Nggak, nunggu kerabat,’ katanya. ‘Nggak usah masuk, sini aja’,” tutur Agung.
Warga lain kemudian berteriak panik memberitahukan adanya kebakaran. Sang ayah langsung berlari menuju rumahnya. “Dibilang panik, panik, lari,” katanya.
Ketika ayah korban hendak menerobos api yang sudah membesar, warga segera menahannya. “Habis itu dia nyadar tuh, ‘Anak saya di dalam’, sampai mau masuk kita tahan-tahan ya, apinya kan sudah gede,” ucap Agung.
Agung menambahkan bahwa ayah korban langsung menangis histeris melihat kondisi tersebut. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.