Jurnal Indonesia — Kebakaran besar terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini bermula dari lahan pertanian di seberang TPA yang kemudian api merambat ke area pembuangan sampah.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sejak Senin (7/9) sore pukul 17.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Bogor segera dikerahkan setelah menerima laporan. Dalam rekaman video yang beredar, api terlihat berkobar besar di lahan yang bersebelahan dengan TPA, disaksikan oleh sejumlah warga.
Pada malam harinya, api dilaporkan telah merambat memasuki area TPA Galuga. Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun memastikan api sudah menyentuh area TPA. Ia juga mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebanyak delapan unit pemadam dari Kabupaten Bogor, dua unit dari BPBD, dan satu unit Zipur dari Kota Bogor dikerahkan untuk memadamkan api.
Asal Api Pemicu Kebakaran TPA Galuga
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengklarifikasi bahwa api berasal dari lahan pertanian atau ladang di seberang TPA, bukan dari timbunan sampah aktif. Api kemudian menjalar ke area pembuangan sampah lama yang sudah tidak lagi digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor.
Berdasarkan pemantauan terakhir pada Selasa siang, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare. Saat itu, masih terdapat empat titik api yang menjadi fokus pemadaman petugas. Mengantisipasi perluasan api yang dipengaruhi arah angin ke timur, tiga unit beko dikerahkan untuk membuat parit pembatas di sepanjang garis hijau.
Minta Warga Dievakuasi
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengimbau masyarakat dan para pemulung di sekitar TPA Galuga untuk sementara waktu dievakuasi demi keselamatan. Ia prihatin melihat masih adanya pemulung yang berada di tenda-tenda di area tersebut. Petugas diminta untuk menyisir dan memastikan semua dievakuasi ke tempat aman.
Jaro Ade juga menyoroti banyaknya warga yang menonton proses pemadaman, yang berpotensi menghambat akses petugas damkar. Ia meminta agar sosialisasi dilakukan untuk mengarahkan warga agar tidak menghalangi upaya pemadaman api.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.