Jurnal Indonesia — Kampung Somang di Lebak, Banten, yang sebelumnya tenggelam akibat pembangunan Bendungan Karian, kini kembali menampakkan diri seiring surutnya air akibat kemarau panjang. Penampakan bangunan-bangunan rumah yang rusak di kampung tersebut menjadi saksi bisu proyek infrastruktur yang mengubah lanskap wilayah itu.
Untuk mencapai lokasi Kampung Somang di Desa Sukarame, pengunjung harus menuju area belakang Bendungan Karian di daerah Sajira. Setibanya di sana, terdapat Dermaga Somang yang menjadi titik keberangkatan rakit sebagai satu-satunya akses warga untuk bepergian dari dan menuju Rangkasbitung.
Saat peninjauan di lokasi, kondisi rumah-rumah di kampung tersebut memprihatinkan. Bangunan banyak yang sudah tidak beratap, sebagian temboknya mulai roboh, dan kampung itu kini tidak berpenghuni. Dulunya, Kampung Somang merupakan pemukiman padat penduduk dengan jarak antar rumah yang sangat berdekatan.
Meskipun ramai diperbincangkan, Kampung Somang tidak banyak dikunjungi oleh orang dari luar Kecamatan Sajira. Kebanyakan pengunjung adalah warga dari kampung sekitar yang memiliki alasan tersendiri untuk datang. “Rata-rata orang yang ke sini mau mencari ikan, atau mereka yang dulunya warga sini,” ujar salah seorang warga yang juga bekerja sebagai penjaga rakit penyeberangan, Maman.
Maman menceritakan bahwa ia dulunya tinggal di samping Masjid Al Mujahidin yang kini tenggelam. Saat ini, hanya menara dan kubah masjid yang berwarna biru yang masih terlihat. Ia mengungkapkan rasa sedihnya melihat kampung halamannya muncul kembali dalam kondisi seperti ini. “Ya suka sedih, lah. Dulu tinggal di situ, main di situ sama tetangga, nyari nafkah bertani dan menggali pasir,” tuturnya.
Maman menambahkan bahwa kemarau tiga bulan terakhir ini menjadi momen pertama kampungnya kembali muncul secara utuh. Sebelumnya, hanya sebagian kecil bangunan saja yang sempat terlihat. “Kemarau tiga bulan ini membuat airnya jadi surut,” ungkapnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.