Jurnal Indonesia — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (Ditjen HEKSP) menargetkan perluasan diversifikasi pasar ekspor sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Jenderal HEKSP Kemlu RI, Daniel Tumpal Sumurung, menyatakan bahwa salah satu target utama adalah mendorong diversifikasi pasar ekspor secara lebih luas. “Kalau saya rasa berbagai target itu kita bisa lihat yang kualitatif, kuantitatif. Tapi saya rasa salah satu upaya yang jelas target kita adalah memperluas, lebih mendorong diversifikasi pasar kita,” kata Tumpal kepada wartawan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
Tumpal menjelaskan, arahan Menteri Luar Negeri Sugiono adalah agar Kemlu dapat bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga lain untuk membuka akses pasar global. Saat ini, Kemlu sedang berupaya melakukan negosiasi dengan pasar di benua Afrika. “Sebagai contoh sekarang kita juga Kementerian Luar Negeri mendorong dan sedang melakukan negosiasi perdagangan bebas dengan negara seperti Rwanda dan Mauritius. Juga Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain melakukan pembahasan perdagangan bebas dengan negara-negara lain di kawasan lain selain Afrika,” jelasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Ditjen HEKSP dibentuk oleh Menlu Sugiono guna memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. “Di mana beliau (Sugiono) bukan hanya berinisiatif, tapi juga melakukan eksekusi. Jadi, suatu terobosan di Kementerian Luar Negeri bahwa setelah beberapa puluh tahun secara khusus, permanen, kita memiliki suatu unit khusus, Direktorat Jenderal yang bertujuan untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia,” ucap Tumpal.
Tumpal menambahkan, meskipun Kemlu selama ini telah melakukan diplomasi, termasuk ekonomi, pembentukan Ditjen HEKSP ini secara khusus bertujuan untuk memperkuat diplomasi ekonomi. Hal ini dilakukan untuk mendukung terwujudnya tujuan dan prioritas nasional melalui pelaksanaan diplomasi ekonomi dan kerja sama pembangunan.
Dalam konteks diplomasi ekonomi, Kemlu juga berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga lain yang telah berkontribusi dalam memajukan diplomasi ekonomi. “Kemlu juga dalam konteks diplomasi ekonomi juga berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga lain yang juga telah melakukan berbagai hal demi terus memajukan diplomasi ekonomi. Apalagi di era sekarang semua pihak mengetahui bahwa diplomasi itu adalah satu kesatuan. Foreign policy begins at home, selalu disampaikan oleh Pak Menlu, sehingga diplomasi ekonomi juga untuk bertujuan untuk memperkuat berbagai kepentingan nasional dan prioritas pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, Kemlu juga sedang merencanakan peningkatan peran diaspora Indonesia di luar negeri yang diharapkan dapat turut ambil bagian dalam diplomasi ekonomi. “Tugas kami di HEKSP mengkaitkan juga peningkatan peran diaspora ini dalam konteks diplomasi ekonomi untuk kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Tumpal.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.