Jurnal Indonesia — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Zaitun Rasmin memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas konsistensinya dalam menunjukkan kinerja terbaik. Apresiasi ini diberikan setelah Amran kembali meraih posisi puncak dalam penilaian kinerja menteri Kabinet Merah Putih.
Penilaian tersebut berdasarkan laporan Government Performance Assessment yang dirilis IndexPolitica Indonesia pada September 2026. Dalam laporan tersebut, Amran Sulaiman meraih skor 91, menempatkannya di peringkat pertama dari 10 menteri dengan kinerja terbaik. Ia berhasil mengungguli Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan skor 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan skor 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 85.
Capaian ini merupakan kelanjutan dari performa positif Amran pada penilaian sebelumnya. Pada Oktober 2025, survei kepuasan publik yang dilakukan Indikator Politik Indonesia juga menempatkan Amran di posisi pertama dengan tingkat kepuasan mencapai 84,9%.
KH Muhammad Zaitun Rasmin, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Wahdah Islamiyah, menilai konsistensi kinerja Amran sebagai prestasi yang patut diapresiasi. “Kami mengapresiasi prestasi Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Apresiasi ini kami iringi dengan doa agar beliau senantiasa sehat walafiat, terus diberi kekuatan dan dapat terus berkarya bagi negara dan bangsa yang kita cintai,” ujar Zaitun dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Zaitun menambahkan bahwa konsistensi kinerja Amran sangat positif dan diharapkan terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Capaian ini sejalan dengan berbagai indikator positif di sektor pertanian dalam dua tahun terakhir.
Produksi beras nasional pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah juga berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan utama, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Dari sisi ketahanan pangan, stok beras pemerintah telah menembus 5,3 juta ton, melampaui rekor sebelumnya sebesar 2,6 juta ton pada 1984.
Sektor pertanian juga menunjukkan kinerja gemilang dalam hal perdagangan dan kesejahteraan petani. Nilai ekspor sektor pertanian mencapai sekitar Rp 166 triliun, sementara impor pangan berhasil ditekan hingga sekitar Rp 41 triliun. Pemerintah juga telah menetapkan harga pembelian gabah petani sebesar Rp 6.500 per kilogram dan menyederhanakan 145 aturan terkait pupuk bersubsidi. Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2026 mencapai 129,19, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, sementara pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74%, level tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Metode penilaian Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis yang digunakan oleh IndexPolitica Indonesia mengukur kinerja berdasarkan dokumen dan laporan resmi pemerintah serta statistik sektoral, bukan semata-mata popularitas.
Zaitun juga menyampaikan apresiasi serupa kepada empat menteri lainnya yang masuk dalam jajaran lima besar, yakni Rosan Perkasa Roeslani, Purbaya Yudhi Sadewa, Abdul Mu’ti, dan Budi Gunadi Sadikin. “Apresiasi yang sama kami sampaikan kepada Bapak Rosan Perkasa Roeslani, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, Bapak Abdul Mu’ti, dan Bapak Budi Gunadi Sadikin. Semoga terus sehat, amanah dan diberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap capaian para menteri ini dapat menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.