— Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan kualitas udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih berada pada kategori tidak sehat meski ada penurunan partikel polutan. Pemantauan dilakukan menggunakan dua mobil pemantau dan tiga alat portabel.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLH, Rasio Ridho Sani, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan penurunan konsentrasi partikel berukuran 2,5 mikrometer (PM2,5) pada hari kelima kebakaran dibandingkan hari kedua, tetapi beberapa titik udara tetap tidak sehat.

Himbauan Untuk Warga

“Dibandingkan sejak hari kedua pada hari kelima, terjadi penurunan konsentrasi partikel yang berukuran 2,5 mikrometer, PM 2,5 di udara pada lokasi terbakar,” kata Ridho ketika dihubungi, Senin (6/6/2026).

Meski ada penurunan tersebut, Ridho mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tidak mendekat dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar. “Kami meminta masyarakat di sekitar lokasi yang terdampak asap tetap menggunakan masker, apabila ada gangguan kesehatan segera ke pos kesehatan terdekat. Karena beberapa titik kualitas udara masih tidak sehat,” ujarnya.

Upaya Pemadaman

Ridho menyebutkan titik-titik kebakaran telah berkurang berkat operasi pemadaman yang masih berlangsung. Langkah yang dilakukan meliputi water bombing oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemadaman permukaan oleh pemadam kebakaran, serta penanganan api di dalam tumpukan oleh tim Manggala Agni.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin tercatat belum padam sejak Selasa (30/6). Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat karena meluasnya kebakaran di lokasi tersebut.

Persentase Area Yang Sudah Padam

Sebelumnya BNPB melaporkan 40% wilayah terbakar di TPA Jatiwaringin telah padam dan saat ini dilakukan pendinginan. Petugas masih fokus memadamkan sisa 60% area yang belum padam meski kondisi sudah bisa dikendalikan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan upaya pemadaman melibatkan dua helikopter dan akan ditambah dua unit lagi sehingga total menjadi empat helikopter untuk mempercepat pemadaman. “BNPB akan menambah dua unit heli water bombing, sehingga total menjadi empat unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman,” ujarnya.