Jurnal Indonesia — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan komitmennya untuk selalu berpihak kepada para nelayan. Menurutnya, upaya membantu nelayan yang bekerja keras menjaga ketahanan pangan nasional tidak bisa disebut boros.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta Selatan. Ia mengaku bersemangat saat berbicara mengenai nelayan di hadapan para ulama karena menyadari pentingnya peran mereka dan masih adanya ruang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Tanpa sadar, saya sampai menggebu-gebu bicara di hadapan para ulama di Kongres Umat Islam Indonesia VIII. Sebab kalau bicara nelayan, saya selalu merasa kita harus berbuat lebih. Mereka bekerja keras di laut, menjaga pangan kita, tetapi kesejahteraannya masih harus terus kita perjuangkan,” ujar Zulhas.
Zulhas menekankan bahwa keberpihakan kepada nelayan harus dilakukan tanpa kompromi, sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti bahwa anggaran untuk membantu nelayan seharusnya tidak dianggap boros, terutama jika dibandingkan dengan potensi kerugian akibat praktik pencurian hasil tambang yang lebih merugikan.
“Kebijakan Pak Prabowo nelayan harus berpihak dulu untuk nelayan nggak boleh tawar-tawar, boros apa, masa membantu nelayan-nelayan Indonesia dibilang boros, yang dicuri tambang-tambang itu produksi 1.000 ton ngaku 500 ton itu dong yang boros, itu yang dikejar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zulhas memaparkan rencana konkret untuk mendukung nelayan. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan. Selain itu, akan dibangun 40.000 desa tematik yang berfokus pada perikanan, dengan alokasi anggaran Rp 1,2 juta per desa.
“Oleh karena itu, kebijakannya saya tahun ini sama tahun depan, kita akan bikin 2.000 Kampung Nelayan. Mulai tahun ini kita akan bangun 40.000 desa tematik untuk ikan, 40.000 desa, satu desa anggarannya 1,2 juta Bapak-bapak ini yang kita perjuangkan,” tuturnya.
Zulhas juga berharap para nelayan di Indonesia dapat mengalami peningkatan taraf hidup. Ia menyatakan bahwa melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, fasilitas akan diperbaiki dan produktivitas nelayan akan ditingkatkan. “Nelayan kita harus naik kelas. Kampung Nelayan Merah Putih kita bangun, fasilitas kita perbaiki, produktivitas kita tingkatkan. Laut Indonesia begitu kaya. Nelayan yang menjaganya juga harus sejahtera,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.