Jurnal Indonesia — Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan operasi gabungan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Ditjen Bea Cukai dan Polda Jawa Timur. Operasi itu berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja senilai sekitar Rp 4,5 triliun.
Habiburokhman menilai pengungkapan barang haram dalam skala besar tersebut bukan sekadar prestasi statistik, melainkan tindakan nyata untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak narkoba.
Modus dan Ancaman
Menurut Habiburokhman, kuncup ganja itu rencananya akan diproses menjadi cairan isi ulang rokok elektrik (vape), sebuah modus yang dinilai menyasar tren gaya hidup kaum muda. Ia menyatakan kekaguman atas kemampuan intelijen BNN dan Bea Cukai dalam membaca pola dan mendeteksi modus lewat kontainer resmi sejak tiba di Pelabuhan Tanjung Priok hingga dilakukan controlled delivery menuju gudang penampungan di Gresik.
“Kami di Komisi III DPR RI sangat bangga dan memberikan penghormatan tertinggi atas operasi bersama ini. Menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja senilai Rp 4,5 triliun bukan sekadar prestasi angka-angka di atas kertas. Ini adalah aksi nyata menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa rakyat Indonesia, terutama generasi muda, dari cengkeraman kehancuran narkoba,”
Tindakan Lanjutan dan Jejak Internasional
Komisi III menyatakan dukungan penuh agar BNN mengejar dua warga negara asing yang masuk daftar pencarian operasi (DPO) dan diduga menjadi aktor intelektual serta pengendali jaringan. Habiburokhman mendorong koordinasi lintas negara untuk menangkap kedua tersangka.
“Komisi III DPR RI mendukung penuh langkah BNN untuk berkoordinasi dengan Interpol, Polis Diraja Malaysia, dan Kepolisian Tiongkok guna memburu dua aktor intelektual dan pengendali utama jaringan ini, yaitu CKF alias L dan ZL alias J. Kejar ke mana pun mereka bersembunyi! Kedaulatan hukum Indonesia tidak boleh diinjak-injak oleh sindikat internasional,”
Penguatan BNN
Habiburokhman menyatakan bahwa keberhasilan operasi dengan sumber daya saat ini menunjukkan profesionalisme BNN. Ia menyatakan komitmen Komisi III untuk memperkuat kelembagaan dan anggaran BNN demi memperkuat perang melawan narkoba.
“Oleh karena itu, selaku Ketua Komisi III, saya menegaskan komitmen kami untuk terus memperkuat posisi BNN, baik dari segi regulasi, penguatan kelembagaan, maupun dukungan anggaran yang maksimal pada masa sidang mendatang. Perang melawan narkoba membutuhkan persenjataan dan logistik yang kuat,”
Rangkaian Pengungkapan
BNN mengamankan 3,37 ton cannabis buds di sebuah gudang di kawasan pergudangan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Barang tersebut berasal dari jaringan internasional dengan asal Thailand.
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, menyatakan pengungkapan merupakan hasil operasi bersama yang berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di beberapa wilayah, antara lain DKI Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Surabaya, dan Gresik.
“Pengungkapan ini diawali dari adanya informasi yang didapatkan oleh tim gabungan Bea Cukai berkolaborasi dengan Tim BNN RI pada hari Senin tanggal 29 Juni 2026 yang mencurigai adanya sebuah kontainer berasal dari Thailand dan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok,”
Ikuti Jurnal Indonesia
