Jurnal Indonesia — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (7/9/2026) menunjukkan dinamika yang beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat bergerak tipis, hanya naik 2,6 poin atau 0,04% ke level 6.639,08 pada jam pertama perdagangan. IHSG bergerak dalam rentang 6.620 hingga 6.667 sepanjang periode tersebut.
Meskipun IHSG bergerak stagnan, performa beberapa saham justru sangat impresif. Sebanyak lima saham berhasil membukukan kenaikan lebih dari 22%, menempatkan mereka dalam daftar saham-saham dengan kinerja terbaik atau top gainers. Bahkan, dua di antara saham tersebut mencapai batas auto rejection atas (ARA), yang menandakan kenaikan harga maksimum yang diizinkan dalam satu hari.
Data BEI mencatat bahwa hingga sejam perdagangan, total 15,13 miliar lembar saham telah ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 4,87 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 774.869 kali transaksi. Secara keseluruhan, pasar menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan 305 saham menguat, 260 saham melemah, dan 218 saham stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 sendiri mengalami koreksi tipis sebesar 0,2%.
Pergerakan bursa saham domestik ini terjadi di tengah tren mayoritas bursa saham Asia yang cenderung melemah. Indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 1,07%, Shanghai di China melemah 0,27%, dan Straits Times di Singapura terkoreksi 0,24%. Namun, indeks Nikkei di Jepang justru melonjak signifikan sebesar 2,21%.
Saham-saham Top Gainers
Di antara saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) menjadi salah satu yang terdepan dengan lonjakan 25% ke harga Rp 5.450. Menyusul di belakangnya adalah PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang melejit 24,9% ke level Rp 1.505. Keduanya berhasil menyentuh batas auto rejection atas.
Saham lain yang masuk dalam daftar top gainers dengan kenaikan lebih dari 22% antara lain PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang melesat 29,17% ke Rp 93, PT Haloni Jane Tbk (HALO) yang menanjak 23,19% ke Rp 85, dan PT Hotel Said Jaya Internasional Tbk (SHID) yang naik 22,94% ke Rp 670.
Sebaliknya, pergerakan di sisi lain pasar menunjukkan adanya saham-saham yang mengalami pelemahan cukup dalam. PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) memimpin daftar top losers dengan ambrol 9,88% ke Rp 292. Diikuti oleh PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang anjlok 9,4% ke Rp 530, dan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) yang melemah 9,35% ke Rp 1.260.
Daftar top losers juga mencakup PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) yang turun 9,09% ke Rp 60, serta PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) yang jatuh 8,09% ke Rp 250.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.