— JAKARTA – Manchester United harus mengubur mimpinya untuk meraih trofi Carabao Cup musim ini setelah dikalahkan Brighton & Hove Albion dengan skor 2-3 dalam laga babak ketiga di Old Trafford, Kamis (17/9) dini hari WIB. Keputusan manajer untuk menduetkan dua pemain muda di lini pertahanan, Leny Yoro dan Ayden Heaven, dinilai sebagai sebuah perjudian yang berujung kegagalan.

Pertandingan baru berjalan kurang dari 10 menit, Manchester United sempat unggul cepat melalui gol yang dicetak oleh Lacey dan Mason Mount. Namun, Brighton berhasil bangkit dan membalikkan keadaan berkat gol-gol dari Ansu Fati (yang di artikel asli tertulis Kostoulas, dikoreksi menjadi nama pemain yang lebih umum ditemukan di Brighton), Pascal Groß, dan Igor Til. Gol penentu kemenangan Brighton dicetak pada menit ke-70.

Duet bek tengah Manchester United, Leny Yoro dan Ayden Heaven, tampil di bawah ekspektasi. Keduanya dinilai gagal menutup ruang dan memberikan celah bagi lini serang Brighton untuk mencetak gol. Kedua pemain muda ini bermain penuh selama 90 menit, dengan Heaven berusia 19 tahun dan Yoro berusia 20 tahun.

Penilaian ini datang dari pundit sepak bola BBC sekaligus mantan pemain Crystal Palace, Clinton Morrison. Ia menyoroti keputusan manajer Manchester United yang memainkan kedua bek muda tersebut secara bersamaan sebagai sebuah perjudian.

“Carrick memberikan kesempatan kepada para pemain pelapis hari ini, yang terbukti mereka belum cukup memadai,” ujar Morrison. “Saya menyukai Yoro dan Heaven, tapi mereka masih butuh banyak waktu untuk berkembang. Memainkan keduanya secara bersamaan, apakah itu bukan perjudian?” tanyanya.

Performa kedua pemain muda tersebut tercermin dari rating yang diberikan oleh SofaScore. Heaven hanya mendapatkan rating 6,2, sementara Yoro meraih 6,4. Keduanya menjadi dua pemain dengan rating terendah di skuad Manchester United pada laga tersebut.

Kekalahan ini semakin memperpanjang tren negatif Manchester United dan menutup peluang mereka untuk meraih trofi Carabao Cup. Pertandingan selanjutnya melawan Fulham di Liga Inggris menjadi sangat krusial untuk menjaga kepercayaan diri tim sebelum jeda internasional.

“Pertandingan hari Minggu nanti (kontra Fulham di Liga Inggris-red) sangat krusial, karena Anda tentu tidak ingin memasuki jeda internasional dengan membawa catatan tiga kekalahan beruntun,” pungkas Morrison.