Jurnal Indonesia — Kylian Mbappe akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi yang melibatkannya, Vinicius Junior, dan Ibrahima Konate, terkait aksi menggulung kaus dukungan untuk Ceuta sebelum pertandingan Real Madrid melawan Elche di LaLiga pada Selasa (15/9/2026). Bintang Paris Saint-Germain itu menegaskan bahwa tindakannya bukan berarti menolak solidaritas, melainkan upaya untuk menunjukkan dukungan kepada semua pihak yang terdampak.
Kaus bertuliskan “We’re all from Ceuta” diberikan kepada para pemain sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi di Ceuta, sebuah kota otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara. Ketegangan di wilayah tersebut meningkat setelah puluhan ribu orang melintasi perbatasan dari Maroko pada bulan Juli lalu, memicu krisis kemanusiaan dan perdebatan sengit mengenai isu migrasi. Keputusan untuk mengenakan kaus tersebut telah disepakati oleh LaLiga, Elche, dan Real Madrid.
Namun, Mbappe, Vinicius, dan Konate terlihat menggulung kaus tersebut sehingga pesan di bagian depan tidak terlihat sepenuhnya. Aksi ini sontak menjadi sorotan di media Spanyol dan media sosial, menimbulkan berbagai spekulasi mengenai penolakan solidaritas.
Menanggapi hal tersebut, Mbappe memberikan klarifikasi kepada Diario AS pada Rabu (16/9) waktu setempat. Ia menekankan bahwa keputusan mengenakan kaus itu adalah instruksi dari klub. “Hal pertama yang ingin saya katakan adalah saya sepenuhnya bersolidaritas dengan Ceuta dan semua korban, karena sebelum menjadi pemain, saya adalah manusia,” ujar Mbappe.
Lebih lanjut, Mbappe menyatakan bahwa dirinya juga ingin memberikan pengakuan dan dukungan kepada para migran yang kehilangan nyawa atau menghadapi kondisi sulit. “Tetapi saya juga ingin mengakui dan menunjukkan dukungan kepada semua migran yang kehilangan nyawa dan mereka yang menghadapi kondisi sulit. Ini adalah posisi yang sulit, karena orang mungkin berpikir saya menentang warga Ceuta, tetapi tidak, sama sekali tidak,” jelasnya.
Mbappe menegaskan bahwa ia tidak ingin memprioritaskan penderitaan satu kelompok di atas kelompok lainnya. “Pada akhirnya, saya manusia, dan saya tidak ingin memprioritaskan satu bentuk penderitaan dibandingkan penderitaan lainnya. Ada orang-orang yang menderita, dan itu sangat membuat saya sedih melihatnya di dunia,” tuturnya.
Ia berharap pesannya dapat tersampaikan dengan baik, yaitu keinginan untuk membawa pesan positif dan perdamaian. “Saya adalah seseorang yang menginginkan yang terbaik untuk dunia kita. Saya ingin menyampaikan pesan positif dan perdamaian, dan saya berharap ini segera terselesaikan,” tutup Mbappe.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.