— Menteri Perdagangan Budi Santoso mendapat Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Penggerak Transformasi Ekonomi Desa Mandiri pada malam penganugerahan yang digelar di The Trans Resort Bali. Penghargaan diserahkan oleh Chairman CT Corp, Chairul Tanjung.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mendorong desa sebagai motor penggerak ekonomi melalui program Desa BISA Ekspor.

Fokus Program Desa BISA Ekspor

Program Desa BISA Ekspor menitikberatkan pemberdayaan potensi lokal dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah agar produk desa mampu menembus pasar internasional. Kemendag telah memetakan 741 desa potensial di seluruh Indonesia sebagai sentra industri kecil dan menengah untuk program ini.

Rangkaian dukungan yang diberikan meliputi pendampingan, pelatihan standardisasi produk, perbaikan desain kemasan, penguatan sistem keamanan pangan, dan pembenahan manajemen usaha. Setelah tahap penguatan, Kemendag menghubungkan pelaku usaha desa dengan calon pembeli di pasar luar negeri untuk membuka akses ekspor.

Kolaborasi Dan Jaringan Internasional

Untuk memperluas jangkauan pasar, Kemendag memanfaatkan jaringan 46 atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center di 33 negara. Pelaksanaan program juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Desa, Kementerian Pertanian, LPEI (Indonesia Eximbank), dan pihak swasta.

Hasil Nyata Di Pasar Ekspor

Program Desa BISA Ekspor telah menghasilkan pengiriman komoditas lokal ke pasar internasional. Contohnya, ekspor biji kakao fermentasi asal Jembrana, Bali, ke Prancis senilai Rp 2,4 miliar; pengiriman benih bandeng ke Filipina; serta ekspor produk hortikultura ke Singapura.

Penghargaan yang diterima Budi Santoso menjadi pengakuan atas upaya Kemendag memaksimalkan potensi desa dan membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk bersaing di pasar global.