Jurnal Indonesia — Tragedi kelam dalam sejarah penerbangan Amerika Serikat terjadi pada 25 Mei 1979, ketika American Airlines Penerbangan 191 mengalami kecelakaan fatal akibat terlepasnya mesin saat lepas landas. Peristiwa ini merenggut nyawa ratusan orang dan meninggalkan luka mendalam.
Pesawat McDonnell-Douglas DC-10-10 yang melayani Penerbangan 191 tersebut jatuh di sebuah ladang kosong dekat taman karavan di Illinois, hanya sekitar 4.600 kaki dari ujung landasan pacu Bandara Internasional Chicago-O’Hare. Kecelakaan terjadi dalam kondisi cuaca cerah dengan jarak pandang yang baik.
Saat pesawat melakukan rotasi untuk lepas landas, mesin kiri beserta dudukan pylon dan sebagian tepi depan sayap kiri terlepas secara tiba-tiba. Komponen-komponen tersebut jatuh kembali ke landasan pacu, menyebabkan pesawat kehilangan daya angkat yang simetris dan kendali penerbangan.
Pesawat sempat mendaki hingga ketinggian 325 kaki sebelum akhirnya miring tak terkendali ke kiri. Moncong pesawat kemudian menukik tajam ke bawah dan menghantam tanah, menimbulkan ledakan hebat dan kebakaran yang meluluhlantakkan badan pesawat serta taman karavan di dekatnya.
Total korban jiwa mencapai 273 orang, terdiri dari seluruh 271 penumpang dan kru di dalam pesawat, serta dua orang di darat. Dua orang lainnya di darat dilaporkan mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menghancurkan sebuah hanggar, beberapa mobil, dan sebuah rumah mobil.
Penyelidikan oleh Lembaga Transportasi Nasional AS (NTSB) menyimpulkan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah hilangnya daya angkat asimetris dan kemiringan pesawat yang tidak terkendali akibat terlepasnya mesin nomor 1 dan pylon-nya. Kerusakan struktur pylon tersebut diduga akibat prosedur perawatan yang tidak tepat.
Selain itu, investigasi juga menyoroti adanya komunikasi yang buruk dan kurangnya koordinasi antara operator pesawat, produsen, dan Federal Aviation Administration (FAA) terkait insiden kerusakan sebelumnya. Hal ini turut berkontribusi pada tragedi yang terjadi.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.