Jurnal Indonesia — Empat jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) sempat menginap di sebuah hotel di area Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka berencana menginap selama dua malam di hotel tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.
Penjaga hotel, Maman, menjelaskan bahwa keempat jurnalis tersebut datang pada Minggu malam dan berangkat pada Senin siang. “Yang menginap di sini empat orang, pas siang ada yang jemput bawa mobil juga,” ujarnya.
Mobil yang mereka gunakan, dengan nomor polisi B-1772-WMF, masih terparkir di halaman hotel. Sejumlah barang bawaan seperti tas juga dilaporkan masih tertinggal di kamar hotel.
Sebelumnya diberitakan, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Kelima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Mereka bersama tiga kru speedboat, yaitu Warta (kapten), Sukarman (ABK), dan Heriyanto (pemandu), berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang.
Menanggapi insiden ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pencarian intensif terhadap kelima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak tersebut. Instruksi ini diberikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sejak Senin malam.
“Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI-AL langsung mengirim kapal-kapalnya,” ungkap Teddy dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (10/9).
Teddy berharap proses pencarian segera membuahkan hasil positif dan seluruh rombongan dapat ditemukan dalam keadaan selamat. “Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.
Menurut laporan Laksamana Muhammad Ali, terdapat 11 kapal gabungan yang dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian, meliputi:
- KRI Leuser-924
- KRI Kerambit-627
- KRI Lepu-861
- KAL Anyer 1-3-64
- KAL Pohawang 1-3-30
- RBB Peucang Lanal Banten
- RHIB SAR 02 Banten
- RHIB SAR 02 Lampung
- KN SAR Tetuka-247
- KN SAR Basudewa-224
- KP Sanjaya-7017
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.