Jurnal Indonesia — JAKARTA – Neobiz secara resmi memperkenalkan platform AI-Native Business OS yang dirancang untuk bisnis di seluruh Indonesia. Platform ini menghadirkan Neo, sebuah AI agent yang beroperasi langsung di aplikasi WhatsApp. Tujuannya adalah untuk menjembatani percakapan antara pelanggan dan proses operasional bisnis, mencakup berbagai aktivitas seperti pembuatan reservasi, penyusunan pesanan, penerimaan pembayaran, hingga pelaksanaan kampanye pemasaran, tanpa perlu berpindah antar aplikasi.
WhatsApp memegang peranan penting dalam komunikasi konsumen di Indonesia, dengan 90,8% pengguna internet berusia 16 tahun ke atas menggunakannya setidaknya sebulan sekali, berdasarkan data GWI Q2 2025 yang dilaporkan dalam Digital 2026 Global Overview Report. Posisi ini menjadikan WhatsApp sebagai salah satu kanal komunikasi yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari konsumen di Indonesia.
Meskipun demikian, setelah interaksi awal dengan pelanggan melalui WhatsApp, tahapan selanjutnya seperti pencatatan pesanan, pengaturan jadwal, pemrosesan pembayaran, dan tindak lanjut seringkali masih memerlukan pengerjaan manual atau perpindahan ke sistem lain. Neobiz hadir untuk mengatasi tantangan ini dengan menghubungkan percakapan pelanggan secara langsung dengan proses bisnis yang mendasarinya.
“Bisnis saat ini tidak hanya membutuhkan chatbot biasa. Tantangan utamanya adalah bagaimana AI yang berinteraksi dengan pelanggan juga mampu menyelesaikan pekerjaan di balik percakapan tersebut,” jelas Jimmy Petrus, founder dan CEO Neobiz, pada Selasa (8/9/2026).
Menurut Jimmy, Neobiz berambisi menjadikan WhatsApp bukan sekadar platform untuk bertanya, melainkan sebagai tempat pelanggan dapat menyelesaikan seluruh kebutuhan mereka, mulai dari pemesanan, reservasi, hingga pembayaran. Di balik kemudahan yang ditawarkan Neo, terdapat platform bisnis yang komprehensif. Platform ini mencakup berbagai modul, termasuk kampanye, pesanan, reservasi, janji temu, kelas dan lapangan, keanggotaan, loyalitas, faktur, hingga pembayaran.
Neo dirancang tidak hanya untuk membaca data, tetapi juga untuk melakukan tindakan berdasarkan data tersebut. Sebagai contoh, di bengkel otomotif, Neo dapat mengidentifikasi kendaraan pelanggan berdasarkan riwayat sebelumnya, memeriksa ketersediaan jadwal servis, membuat reservasi, dan mengirimkan pengingat untuk servis berikutnya.
Untuk bisnis klinik kecantikan dan wellness, Neo mampu memeriksa jadwal terapis, menahan slot janji temu, dan mengirimkan permintaan deposit. Sementara itu, di restoran dan kafe, pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui percakapan biasa atau pesan suara, yang kemudian langsung diteruskan ke alur operasional dapur dan kasir.
Neobiz menyatakan bahwa Neo mendukung berbagai jenis bisnis, mulai dari retail dan e-commerce, restoran dan kafe, kecantikan dan wellness, olahraga dan kebugaran, klinik estetika, pendidikan, otomotif, hingga bisnis jasa lainnya. Neo beroperasi dengan mengacu pada data produk, riwayat pelanggan, serta aturan bisnis masing-masing perusahaan, dan dilengkapi dengan fitur pengaman (guardrail).
Apabila sebuah permintaan memerlukan keputusan dari manusia, percakapan tersebut akan dialihkan langsung kepada staf yang bersangkutan, lengkap dengan konteks percakapan sebelumnya.
Fernan Septiadi, pemilik VOX Research, sebuah toko spesialis audio otomotif, mengungkapkan bahwa hampir seluruh pertanyaan pelanggan masuk melalui WhatsApp, mulai dari informasi harga hingga penjadwalan pemasangan. “Kami pernah mencoba beberapa AI WhatsApp lain, dan balasannya selalu terasa seperti mesin yang membaca skrip,” ujarnya.
Namun, Fernan menambahkan bahwa Neo mampu memberikan respons layaknya anggota tim internal. Dengan integrasi booking dan pembayaran dalam satu sistem yang sama, percakapan pelanggan dapat langsung berujung pada penjadwalan pemasangan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.