Jurnal Indonesia — Kondisi infrastruktur serta pelayanan kesehatan dan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) perlahan kembali pulih pascagempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan bahwa progres pemulihan ini merupakan hasil dari gerak cepat pemerintah dalam menangani wilayah terdampak selama 24 hari masa tanggap darurat.
“Jadi kebutuhan dasar masyarakat, listrik, komunikasi, BBM, air bersih, jalur transportasi, kesehatan, pendidikan juga ini secara umum sudah fungsional,” jelas Suharyanto saat mengikuti rapat terbatas penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara daring, Senin (7/9/2026).
Suharyanto mengungkapkan bahwa seluruh layanan poliklinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo telah beroperasi normal. Puskesmas juga telah kembali memberikan layanan perawatan seperti biasa, dibantu dengan tenda-tenda darurat di area depan fasilitas kesehatan. Rumah sakit lapangan masih terus beroperasi. Seiring membaiknya layanan kesehatan di darat, Kapal Rumah Sakit TNI AL, KRI dr. Soeharso-990, telah dikembalikan ke pangkalannya.
“Kapal rumah sakit dari TNI AL itu sudah kembali ke pangkalannya masing-masing karena pelayanan kesehatan sudah bisa ditangani melalui fasilitas kesehatan yang ada di darat,” tuturnya.
Sementara itu, di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak juga telah kembali berjalan. Pemerintah membangun tenda-tenda darurat untuk memfasilitasi pembelajaran bagi siswa yang sekolahnya mengalami kerusakan berat. Para siswa dan guru juga mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing untuk membantu mengatasi dampak psikologis pascabencana, seperti kecemasan, sulit tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.
Infrastruktur Dasar Pulih
Dalam kesempatan yang sama, Suharyanto juga menuturkan bahwa infrastruktur dasar telah pulih sepenuhnya. Di sektor kelistrikan, jaringan pada Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Timur dan Flores Barat telah pulih 100%. Sebanyak 3.478 gardu distribusi kembali beroperasi, sehingga 566.797 pelanggan kembali memperoleh layanan listrik.
Layanan telekomunikasi juga telah kembali normal dengan pemulihan Base Transceiver Station (BTS) sebesar 100% serta pulihnya layanan fixed broadband bagi 17.062 pelanggan IndiHome. Jalan nasional telah kembali normal hingga tingkat kabupaten, sementara jalan di tingkat kecamatan dan desa telah pulih secara fungsional.
Meskipun kondisi NTT perlahan membaik pascagempa, Suharyanto menegaskan bahwa BNPB masih terus mendampingi pemerintah kabupaten/kota, khususnya dalam penanganan masa tanggap darurat maupun tahapan berikutnya. Personel pusat dari unsur kementerian dan lembaga, TNI, serta Polri masih ditempatkan di lokasi, meski sebagian besar personel telah meninggalkan Pulau Flores seiring membaiknya kondisi di wilayah terdampak.
“Jadi personel kami masih ada di sana, personel pusat dari Mabes TNI dan Mabes Polri ini juga masih ada di sana,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.