— Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia saat parade budaya berlangsung dalam rangka Jakarta World Folklore Festival (JWFF) pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) hari ini.

Iring-iringan peserta dimulai dari Patung Sudirman dan menampilkan pertunjukan di sekitar Halte Tosari serta Bundaran HI. Perwakilan dari tujuh negara memberikan tontonan tari tradisional, sementara perwakilan daerah Indonesia turut memeriahkan acara.

Ragam Tarian dan Ornamen Betawi

Beberapa kelompok menampilkan tarian khas masing-masing negara, termasuk penampilan Tari Syrtos dari Yunani dan Tari Bandrong yang mewakili Indonesia dari Cilegon, Banten. Ornamen khas Betawi juga terlihat kuat pada panggung utama dengan kehadiran ondel-ondel.

Acara ini diselenggarakan sebagai bagian rangkaian menyambut 500 tahun Jakarta. Parade di jalan protokol itu menghadirkan suasana internasional sekaligus menonjolkan tradisi lokal.

Antusias Penonton

Karomah, pengunjung asal Pasuruan, Jawa Timur, mengatakan ia dan rombongan terkesan melihat parade budaya yang meriah.

“Kita yang dari luar Jakarta sangat apa ya, excited, sangat bangga sekali di tengah-tengah apa namanya gedung bertingkat tapi masih menonjolkan khas adat budaya Betawi di Jakarta,”

Anak Karomah, Muhammad Agha Bimuka, menceritakan awalnya mereka berniat mengunjungi Monas dan bangunan lain di sekitar, namun terkejut melihat penampilan warga asing berpakaian tradisional.

“Ya pokoknya ya aku tuh tiba-tiba terkejut kalau tiba-tiba ada itu, ada bule-bule dari negara lain. Aku sebenarnya mau mencari Monas atau Gedung Autograph atau Thamrin Nine ya kalau nggak salah?”

Agha dan adiknya, Ain Chadia Aesha, menyebut pengalaman melihat parade budaya dan berfoto dengan ondel-ondel menjadi momen berkesan, serta baru mengetahui Jakarta segera genap berusia 500 tahun.

“Seru sekali, tadi nari-nari itu loh. Oh ternyata gini ya, Jakarta hampir 5 abad,”

Penyelenggaraan dan Harapan

Said Rachmat, Presiden Conseil International des Organisations de Festivals de Folklore et d’Arts Traditionnels (CIOFF) Indonesia, menyatakan JWFF merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan CIOFF Indonesia sebagai bagian perayaan ulang tahun kota.

“Nah, dengan itu kami ingin supaya Jakarta menjadi kota global di dunia. Sekarang ini Indonesia (Jakarta) menjadi kota 71 global di dunia, semenjak kepemimpinan Bapak Pramono Anung dari urutan 74 menjadi urutan ke-71. Nah, dengan adanya kegiatan internasional seperti ini, kita harapkan nanti pada tahun 2030, Jakarta bisa masuk 50 kota global di dunia,”

Hendrik A Rum Sujiwati, pemilik Sanggar Puspa Arum dari Cilegon, menyampaikan anak didiknya antusias mendapat kesempatan tampil dan berinteraksi dengan penari dari berbagai negara.

“Wuh, apalagi anak-anak kami tuh senang banget, bangga, bahagia, dan bisa kenalan dengan penari-penari dari mancanegara. Tadi mereka kenalan dengan orang Korea, dengan orang mana itu? Polandia. Dengan banyak teman-teman yang dari penari-penari dari luar. Mereka senang banget, happy banget, sampai jalan saja tidak terasa walaupun jauh gitu,”