Jurnal Indonesia — Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, mengecam keras tindakan tidak sportif yang dilakukan oleh sejumlah pemain Argentina seusai pertandingan final Piala Dunia 2026. Spanyol berhasil meraih gelar juara dunia setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0.
Insiden ini bermula dari perkelahian antar pemain dari kedua tim setelah peluit panjang dibunyikan. Leandro Paredes dilaporkan melakukan tindakan kasar terhadap pemain Spanyol, Eric Garcia dan Gavi. Tidak hanya itu, asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga terekam melakukan provokasi terhadap gelandang Spanyol, Dani Olmo.
Akibat dari serangkaian insiden tersebut, Argentina kini terancam sanksi dari FIFA karena FIFA sedang melakukan investigasi mendalam terkait perilaku para pemainnya. Luis de la Fuente, yang berhasil membawa Spanyol meraih gelar ganda setelah sebelumnya menjuarai Piala Eropa 2024, memberikan dukungan agar Argentina mendapatkan hukuman yang setimpal. Ia juga memuji ketenangan dan sportivitas para pemainnya di tengah situasi yang memanas.
“Ketika insiden itu terjadi, saya tidak menyadarinya. Saya mungkin sedang merayakan kemenangan kami,” ujar De la Fuente kepada TVE. “Saya tidak melihatnya karena saya sedang berpelukan dan merayakannya di area lapangan yang lain. Bagaimanapun juga, itu adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, tidak bisa diterima. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Pelatih berusia 65 tahun itu menambahkan, “Para pemain di level seperti itu, yang saya puji-puji berkali-kali, dan mereka yang memiliki seorang pelatih, yang pastinya semenderita seperti kita ketika melihat reaksi seperti itu… Itu tidak dapat diterima.”
De la Fuente juga menyoroti sikap positif timnya. “Saya menyoroti sikap kami ketika di tengah agresi dan provokasi semacam itu. Para pemain kami selalu menjaga ketenangan mereka seperti atlet sejati,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia
