— Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, mengungkapkan rasa sedih dan kekecewaannya terhadap perilaku sejumlah pemain Argentina usai pertandingan final Piala Dunia 2026. Insiden keributan yang melibatkan kedua tim terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, yang mengukuhkan kemenangan Spanyol dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Ferran Torres.

De la Fuente mengaku tidak menyadari sepenuhnya adegan panas tersebut saat momen perayaan kemenangan timnya. Namun, setelah melihat rekaman dan mendengar laporan, ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dan tidak pantas dilakukan oleh pemain sekaliber Argentina.

“Saat itu, saya tidak menyadarinya. Saya sedang merayakan kemenangan dan berpelukan dengan rekan-rekan setim,” ujar De la Fuente kepada TVE, Kamis (24/7). Ia menambahkan, “Namun bagaimanapun juga, hal itu tidak dapat ditoleransi, tidak dapat diterima, dan tidak boleh dibiarkan.”

Pelatih Spanyol itu juga menyampaikan bahwa ia sebelumnya sempat memuji kualitas para pemain Argentina dan pelatih mereka. Ia berharap para pemain Argentina sendiri akan merasa sedih melihat reaksi mereka di lapangan. “Para pemain sekelas mereka, yang sempat saya puji beberapa hari jelang pertandingan dan akan terus saya puji, yang merupakan pemain hebat di bawah pelatih yang juga luar biasa, pasti mereka juga merasa sedih seperti kami saat melihat reaksi-reaksi tersebut,” tuturnya.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan telah menggelar penyelidikan terkait insiden keributan di final Piala Dunia 2026 tersebut. Para pemain Argentina yang terbukti bersalah dalam insiden ini berpotensi menghadapi sanksi berat dari FIFA.