Jurnal Indonesia — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengumumkan bahwa kegiatan pelayaran di wilayah tersebut telah kembali dibuka. Keputusan ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami.
Pembukaan kembali aktivitas transportasi air ini merujuk pada surat Maklumat Pelayaran nomor 05/MP-VIII/2026 yang dikeluarkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Meskipun pelayaran telah diizinkan, pihak otoritas pelabuhan menekankan pentingnya kewaspadaan dan perhatian terhadap aspek keselamatan bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Menindaklanjuti informasi BMKG bahwa potensi tsunami dinyatakan aman, maka pelayaran dari Labuan Bajo dinyatakan dibuka kembali dengan tetap memperhatikan keselamatan pelayaran,” demikian bunyi pengumuman dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo.
Nakhoda kapal diinstruksikan untuk secara mandiri memantau kondisi cuaca dan ketinggian gelombang selama pelayaran berlangsung. Selain itu, nakhoda juga wajib segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mendeteksi adanya fenomena alam yang tidak biasa terkait gempa bumi atau potensi tsunami.
“Nakhoda wajib memantau secara mandiri perkembangan cuaca dan gelombang dalam pelayarannya serta melaporkan apabila terdapat kejadian menonjol terkait gempa atau potensi tsunami,” tegas pengumuman tersebut.
Otoritas pelabuhan juga mengingatkan kepada seluruh kapal yang mengalami kendala operasional atau memerlukan tindakan evakuasi untuk segera melaporkan diri kepada KSOP Labuan Bajo atau Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). “Kapal-kapal wajib melaporkan kepada Syahbandar/Basarnas apabila terdapat korban yang perlu dilakukan tindakan atau evakuasi,” tambah keterangan dari otoritas pelabuhan.
Sebelumnya, wilayah Labuan Bajo diguncang gempa bumi bermagnitudo 6,2 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.13 WIB. Menurut BMKG, gempa tersebut berpusat di 46 kilometer Timur Laut Labuan Bajo, NTT, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.