Jurnal Indonesia — Pemerintah pusat telah menyiapkan bantuan untuk mendukung penanganan wilayah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Kesiapan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Prasetyo Hadi melaporkan bahwa informasi mengenai gempa telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban jiwa yang dilaporkan akibat gempa tersebut. “Pertama-tama tentunya kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap adanya beberapa, yang dilaporkan kepada kami, ada beberapa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
Koordinasi langsung telah dilakukan pemerintah pusat dengan berbagai pihak terkait, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala Basarnas, dan Kepala BMKG. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami pascagempa, namun peringatan tersebut kini telah dicabut. “Dan memang di beberapa tempat ada kenaikan muka air, tetapi masih tidak terlalu besar,” ujar Prasetyo.
Lebih lanjut, pemerintah pusat juga telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan langkah mitigasi dan penanganan darurat dapat dilaksanakan dengan cepat. “Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat tanggap darurat cepat untuk terutama segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian,” jelasnya.
Terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa, salah satunya di kawasan pelabuhan Maumere. “Ada dilaporkan beberapa yang masih ada di reruntuhan, dan beberapa bangunan-bangunan, ada pelabuhan di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh,” terang Prasetyo.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan segera di seluruh lokasi yang mengalami kerusakan untuk memantau kondisi masyarakat dan menyelamatkan korban yang mungkin tertimbun reruntuhan. “Kami juga men-stand by-kan di Halim bilamana sewaktu-waktu diperlukan bantuan dari pemerintah pusat, kami sudah siap siagakan,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.