— Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menyalurkan bantuan strategis berupa 24 ekor bibit sapi potong kepada tiga kelompok peternak. Bantuan ini ditujukan untuk tiga wilayah kabupaten, yaitu Pangandaran, Sumedang, dan Ciamis, guna mendukung ketahanan pangan, pengembangan agrobisnis, serta menjaga kelestarian sumber daya genetik ternak lokal.

Kepala DKPP Jabar, Linda Al Amin, secara langsung mengawasi penyerahan bibit sapi unggulan ini. Acara tersebut juga dihadiri oleh para bupati dari masing-masing wilayah penerima manfaat. Kelompok peternak yang menerima bantuan adalah Kelompok Ternak Tirta Mulya di Pangandaran, Mekar Mandiri di Sumedang, dan Karya Mekar I di Ciamis. Masing-masing kelompok mendapatkan delapan ekor bibit sapi, yang terdiri dari tujuh ekor betina dan satu ekor jantan.

Penyaluran fisik bantuan sapi potong ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dari Pangandaran pada Rabu (12/8) dan berakhir di Ciamis pada Jumat (14/8). Program ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2018 tentang pembibitan ternak.

Linda Al Amin menyatakan optimismenya bahwa penyaluran bibit unggul ini akan mendorong perekonomian para peternak di daerah. Ia berharap kualitas bibit yang tangguh dapat menciptakan iklim usaha peternakan yang semakin kompetitif. “Pembibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya berdaya saing di masyarakat yang bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak,” ujar Linda dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Jenis bibit sapi yang dibagikan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Peternak di Pangandaran dan Sumedang menerima jenis sapi Peranakan Ongole (PO). Sementara itu, kelompok peternak di Ciamis mendapatkan Sapi Pasundan, yang merupakan sapi lokal kebanggaan Jabar.

Pemilihan ketiga kelompok penerima bantuan tidak dilakukan secara sembarangan. Mereka telah melewati proses seleksi administratif dan verifikasi lapangan yang ketat. Berdasarkan hasil verifikasi pada 27 Juli 2026, ketiga kelompok tersebut direkomendasikan karena meraih nilai kelayakan yang memuaskan. Kelompok Tirta Mulya dan Karya Mekar I meraih skor 72,5, sedangkan Mekar Mandiri meraih skor 62,0.

Proses verifikasi yang ketat ini bertujuan untuk memastikan setiap kelompok penerima memiliki kelengkapan sarana kandang dan sumber daya pakan yang memadai. Kesiapan sarana penunjang ini menjadi kunci penting demi menjamin keberlangsungan hidup serta kelancaran perkembangbiakan bibit sapi yang disalurkan.