— Tabanan – Polisi mengungkap sejumlah fakta terbaru terkait kasus terduga pencuri ayam yang tewas dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Pihak kepolisian memastikan korban memang kedapatan membawa dua ekor ayam hasil curian saat diamankan oleh warga.

Berdasarkan catatan kepolisian, korban yang berinisial KD diketahui merupakan seorang residivis kasus pencurian cengkih pada tahun 2018 yang ditangani oleh Polres Tabanan. Selain itu, sepeda motor yang digunakan KD, yang kemudian dibakar oleh massa, juga merupakan barang curian dari Kabupaten Bangli pada tahun 2019.

“Memang benar yang bersangkutan merupakan residivis dan pernah melakukan tindak pidana serupa. Namun, penegakan hukum yang kami lakukan tetap harus terukur,” ujar Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati dalam konferensi pers di Mapolres Tabanan pada Minggu (26/7/2027) malam.

Terkait dugaan pencurian, polisi mengonfirmasi bahwa korban membawa dua ekor ayam. Namun, jenis ayam maupun nilai ekonominya masih dalam pendalaman lebih lanjut. “Yang bersangkutan ditemukan membawa dua ekor ayam curiannya. Mengenai jenis ayam dan nilainya masih kami dalami agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga membenarkan bahwa korban kedapatan membawa senjata tajam berupa pisau, serta ketapel dan batu-batu kecil saat melakukan aksinya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dengan inisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Meskipun beredar informasi mengenai keterlibatan lebih banyak pelaku, penyidik masih fokus mendalami peran kelima tersangka tersebut sebelum menentukan kemungkinan adanya penambahan tersangka baru. “Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Polisi juga menepis anggapan bahwa penanganan kasus ini berlangsung lambat. Menurutnya, tim penyidik bekerja tanpa henti selama dua hari terakhir untuk mengumpulkan alat bukti dan mengungkap peristiwa tersebut secara terang benderang. “Kami dua hari tidak tidur untuk mempercepat pengungkapan kasus ini. Hari ini kami langsung menggelar konferensi pers setelah dari lokasi penyelidikan (Polsek Baturiti),” ungkapnya.