Jurnal Indonesia — Pendiri Binance, Changpeng Zhao, yang akrab disapa CZ, menyatakan pandangannya bahwa Bitcoin (BTC) memiliki potensi untuk segera melampaui nilai pasar emas dalam reli aset berikutnya. Ia memperkirakan selisih nilai kapitalisasi pasar keduanya saat ini hanya berkisar sepuluh kali lipat.
Menurut Zhao, selisih ini dapat tertutup dalam siklus pasar yang akan datang, terutama jika negara-negara di dunia mulai memperlakukan Bitcoin sebagai aset cadangan resmi. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi di acara Bitcoin Asia.
Zhao menjelaskan bahwa keunggulan emas selama ini bukan semata-mata karena sifat logamnya, melainkan karena telah terbangunnya sistem penyimpanan, penilaian, dan cadangan yang matang oleh berbagai negara. Meskipun perubahan dalam alokasi cadangan ekonomi besar biasanya memakan waktu bertahun-tahun, Zhao meyakini perubahan tersebut pada akhirnya akan terjadi.
Risiko utama yang dapat menghalangi prediksi ini adalah munculnya aset digital pesaing yang mampu mengungguli Bitcoin terlebih dahulu. Namun, Zhao menilai kemungkinan ini masih kecil terjadi saat ini.
Pernyataan CZ ini muncul di tengah perdebatan hukum di Amerika Serikat mengenai Strategic Bitcoin Reserve, sebuah usulan untuk menjadikan BTC sebagai aset cadangan. Di sisi lain, bank sentral global terus menambah cadangan emas fisik mereka dalam jumlah yang memecahkan rekor.
Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran US$ 1,6 triliun. Jika selisihnya adalah sepuluh kali lipat, maka total nilai emas global diperkirakan mencapai US$ 16 triliun. Angka ini mendekati estimasi emas yang dapat diinvestasikan dari World Gold Council, yang berada di kisaran US$ 14 triliun. Emas yang dapat diinvestasikan ini mencakup emas batangan, koin, ETF, cadangan bank sentral, dan kepemilikan over-the-counter (OTC).
Jika Bitcoin mencapai nilai sebesar itu, harga per koinnya dapat mencapai US$ 697.000, berdasarkan perhitungan suplai beredar sekitar 20,08 juta BTC. Selain itu, jika merujuk pada estimasi total stok emas di atas tanah secara keseluruhan, termasuk perhiasan dan penggunaan industri, yang nilainya sekitar US$ 31 triliun menurut World Gold Council, target harga Bitcoin bisa naik menjadi US$ 1,54 juta per koin.
Miliarder asal Meksiko, Ricardo Salinas Pliego, juga baru-baru ini membuat estimasi setara emas yang serupa, yaitu sekitar US$ 1,86 juta, dengan asumsi suplai yang berbeda. Batas suplai Bitcoin yang tetap pada 21 juta koin mendukung perbandingan ini. Stok emas masih bertambah sekitar 1% hingga 2% setiap tahun, sementara penerbitan Bitcoin terus menurun mendekati nol.
Apapun target yang ingin dicapai, kedua perhitungan ini mengasumsikan bahwa institusi negara akan terus memilih Bitcoin daripada emas sebagai aset cadangan. Namun, asumsi ini dapat menjadi tidak valid jika aset digital pesaing berhasil menyaingi Bitcoin di masa depan.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.