Jurnal Indonesia — SURABAYA – Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu. Kristal putih yang diduga sabu tersebut disembunyikan di dalam masakan yang dibawa oleh seorang pengunjung perempuan berinisial SA.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (7/9) pagi ketika SA hendak memasuki area layanan kunjungan. Petugas pemeriksa menaruh curiga terhadap gerak-gerik SA, sehingga memutuskan untuk memeriksa barang bawaan yang dibawanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Pos Karupam, petugas menemukan lima paket ukuran sedang dan satu paket kecil berisi benda berbentuk kristal putih. Benda tersebut terbungkus rapi di dalam masakan yang terdiri dari telur, tahu, dan ikan tongkol.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyatakan komitmen lembaganya untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif dan bebas dari peredaran narkoba. Ia mengapresiasi kewaspadaan dan ketelitian petugas dalam menjalankan prosedur pemeriksaan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kewaspadaan dan ketelitian petugas dalam melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba memasukkan narkotika maupun barang terlarang lainnya ke dalam Rutan,” ujar Tristiantoro, Selasa (8/9/2026).
SA membawa paket yang diduga sabu tersebut saat hendak membesuk suaminya, RF. Ia beserta barang bukti kemudian diamankan dan diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Sidoarjo untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Rutan Kelas I Surabaya menegaskan bahwa pencegahan dan pemberantasan narkotika merupakan prioritas utama dalam tugas pengamanan. Pemeriksaan berlapis terhadap pengunjung dan barang bawaan terus dilakukan untuk mencegah masuknya barang terlarang ke dalam rutan.
“Deteksi dini, ketelitian petugas, dan sinergi dengan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam menciptakan Rutan Kelas I Surabaya yang aman, tertib, dan bersih dari narkotika,” tutupnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.