— Rangkaian Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) kini dioperasikan di lintas Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jakarta Kota-Tanjung Priok, yang dikenal sebagai Pink Line. Pengoperasian ini mengejutkan sekaligus mengagumkan bagi sebagian penumpang KRL.

Salah seorang penumpang, Alvi (22), mengungkapkan keterkejutannya saat pertama kali menaiki kereta bandara di jalur yang tidak biasa. Ia mengaku baru pertama kali merasakan pengalaman naik kereta bandara dan heran karena biasanya kereta ini beroperasi di jalur Manggarai-Duri-Bandara.

Alvi menyadari bahwa tarif Kereta Bandara Soetta umumnya lebih mahal dibandingkan KRL. Namun, ia merasa antusias karena dengan tarif yang lebih terjangkau, ia dan penumpang lain seperti karyawan atau pelajar dapat merasakan fasilitas kereta bandara.

Selama perjalanan, Alvi merasakan perbedaan signifikan dibandingkan KRL biasa. Fasilitas yang paling terasa adalah pendingin udara (AC) yang lebih sejuk dan posisi duduk yang berbeda, yaitu saling berhadapan, tidak seperti kursi KRL yang berderet ke samping. Ia menilai fasilitas ini jauh lebih nyaman.

Penumpang lain, Abe (28), juga mengaku kaget mengetahui adanya kereta bandara yang beroperasi di lintas Priok-Kota. Ia merasakan kenyamanan serupa, menyebutkan bahwa kereta terasa lebih enak, adem, dengan kursi yang lebih luas, serta adanya fasilitas pengisian daya ponsel.

Junedi (42), penumpang lainnya, turut memuji fasilitas kereta bandara yang dioperasikan di lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. Ia berharap fasilitas ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang agar perjalanan semakin nyaman.

Pink Line Mendapat Operan Kereta Bandara

Sebelumnya, perjalanan KRL rute Priok-Kota memang mendapat operan rangkaian kereta Bandara Soetta. Hal ini memungkinkan penumpang di lintas Priok untuk merasakan fasilitas kereta kelas eksekutif yang biasanya dikenakan tarif Rp 10-70 ribu.

Meskipun menggunakan rangkaian kereta bandara, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan bahwa layanan, tarif, dan jadwal tetap sama seperti saat menggunakan rangkaian KRL biasa. Sejumlah pengguna KRL lintas Tanjung Priok-Jakarta Kota membagikan pengalaman mereka, ada yang senang dengan interiornya, namun ada pula yang mengeluhkan sempitnya ruang gerbong.

Di sisi lain, pengoperasian rangkaian Kereta Bandara Soetta di Pink Line menyebabkan penyesuaian jadwal sementara untuk layanan Commuter Line Basoetta. Mulai Kamis, 10 September 2026, jumlah perjalanan Commuter Line Basoetta berkurang dari 70 menjadi 52 perjalanan per hari.

KRL Bogor Tambah Perjalanan

Sementara itu, perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota justru mendapatkan penambahan 13 perjalanan per hari. Penambahan ini berasal dari pengoperasian rangkaian KRL yang sebelumnya digunakan di lintas Tanjung Priok.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa penambahan ini merupakan hasil evaluasi terhadap kepadatan pengguna yang terjadi setelah penyesuaian 17 perjalanan Commuter Line Bogor sebelumnya. KCI terus melakukan evaluasi pola operasi perjalanan KRL Bogor sejak penyesuaian pada Senin, 7 September.