— Surabaya – Pengusaha sound horeg asal Jawa Tengah, Setyo Budi Mularso, telah menyampaikan permohonan maaf setelah melontarkan hinaan terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dengan menyebutnya “goblok” saat siaran langsung di salah satu televisi swasta. Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, menyatakan bahwa pihaknya telah memaafkan Setyo.

“Sudah dimaafkan. Saya dan boleh jadi mewakili MUI Jatim sudah memaafkan. Saya tidak ada kata sakit hati, bagi kami, kami terus belajar,” ujar Kiai Ma’ruf dalam keterangannya, Kamis (10/9/2020).

Usai acara siaran langsung tersebut, Kiai Ma’ruf bahkan terlihat bersalaman dan berfoto bersama dengan para pengusaha sound horeg. Ia menekankan bahwa tidak ada rasa sakit hati dari pihaknya.

“Saya pribadi tidak masalah. Bahkan saat habis acara kami bercanda, selesai acara foto selfie bareng Mas Andromeda (pembawa acara). Tidak ada dari kami menuntut macam-macam harus sowan MUI, harus minta maaf ke publik atau lainnya,” terangnya.

Kiai Ma’ruf mengaku terkejut melihat ramainya pemberitaan di media sosial mengenai ucapan Setyo.

“Tidak tahunya, di media sosial justru yang ramai adalah kalimat caciannya. Saya kaget melihat banyak notifikasi baik di FB, IG dan Threads,” tambahnya.

Mengutip surat Al-A’raf ayat 199, Kiai Ma’ruf mengingatkan pentingnya saling memaafkan sebagai teladan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Sebelumnya, Setyo Budi Mularso telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya nama Setyo Budi, alamat Kabupaten Karanganyar, pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 pukul 21.00 bertempat di rumah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar Bapak Dr. Badaruddin menyatakan saya sangat menyesal atas pernyataan saya terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur pada saat acara di TV One,” kata Setyo dalam sebuah video.

“Saya memohon maaf kepada Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia Pusat, dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar. Saya menyesal atas pernyataan saya yang saya sampaikan terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur dan saya tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan saya bertobat,” tambahnya.