Jurnal Indonesia — Perbaikan jembatan yang mengalami ambles akibat tergerus air di Cipayung, Depok, telah dimulai. Struktur jembatan yang rusak dibongkar total dan pekerjaan konstruksi untuk fondasi baru tengah berlangsung.
Pekerjaan dimulai pada 12 Juni dan ditargetkan selesai dalam 90 hari pada 9 September 2026, dengan pagu anggaran sebesar Rp 710 juta. Saat ini alat berat tampak berada di lokasi dan galian untuk fondasi baru sudah dibuat di sisi sungai.
Penutupan Sementara Dan Dampak Lalu Lintas
Akibat proyek, jalur dari Jalan Pemuda Kampung Pulo menuju Jalan Raya Cipayung dan Jalan Raya Citayam ditutup sementara. Pengendara dari arah Tugu Macan yang biasa melewati Jalan Pemuda Kampung Pulo menuju Stasiun Citayam dan Pasar Citayam harus mencari rute alternatif selama perbaikan berlangsung.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan rinciannya terkait dimensi jembatan dan jadwal pekerjaan.
“Jembatan ini memiliki lebar antara 5 hingga 10 meter dengan opritan masing-masing 2 meter dan panjang 10,10 meter,”
Konflik Dengan Rencana Tol
Lurah Cipayung Jaya, Susniawati, menyampaikan proyek perbaikan itu berjalan meski kawasan terdampak rencana jalan tol yang diperkirakan akan menghadirkan underpass atau flyover.
“Memang nantinya itu menjadi perlintasan tol, kemungkinan akan ada underpass atau flyover, tetapi saya belum mendapatkan informasi pasti dari pihak tol. Yang jelas, kebutuhan warga saat ini sudah sangat mendesak dan harus ada penggantian jembatan,”
Kerusakan Awal Dan Fungsi Akses
Fondasi jembatan di Kampung Pulo, Cipayung, dilaporkan rusak sejak awal 2026. Sebelumnya sebagian jembatan ditutup sementara dengan papan dan bambu agar kendaraan tidak melintas, karena lantai dan salah satu sisi fondasi tampak ambles dan bergeser.
Jembatan ini menjadi salah satu akses penting bagi warga Cipayung menuju Bedahan di Sawangan, serta Bojong Gede dan Tajur Halang di Bogor untuk menuju Stasiun Citayam. Pada jam sibuk pagi dan sore, jalur tersebut biasanya ramai dilintasi kendaraan.
Ikuti Jurnal Indonesia
