— Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mendorong penggunaan proyeksi peta dunia yang dikenal sebagai Equal Earth. Peta ini menawarkan cara pandang baru terhadap permukaan Bumi dengan penggambaran ukuran benua yang lebih proporsional, berbeda dari peta proyeksi Mercator yang selama ini umum digunakan.

Peta Equal Earth dikembangkan sebagai alternatif yang lebih adil dalam menampilkan luas wilayah. Proyeksi ini dikerjakan oleh Bojan Šavrič dari Esri, Tom Patterson dari Layanan Taman Nasional Amerika Serikat, dan Bernhard Jenny dari Universitas Monash. Tujuannya adalah untuk memberikan perbandingan luas negara dan benua yang lebih akurat, termasuk wilayah tropis dan belahan bumi utara.

Equal Earth memiliki beberapa ciri khas. Bentuk keseluruhannya menyerupai proyeksi Robinson, namun dengan penekanan pada akurasi luas wilayah. Sisi peta dibuat melengkung untuk mencerminkan bentuk bulat Bumi, sementara garis lintang dibuat lurus untuk memudahkan identifikasi posisi relatif terhadap khatulistiwa.

Perbedaan Utama dengan Proyeksi Mercator

Perbedaan mendasar antara Equal Earth dan Mercator terletak pada prioritas penggambaran. Equal Earth sangat mengutamakan akurasi perbandingan luas daratan. Sebaliknya, proyeksi Mercator lebih menitikberatkan pada ketepatan arah, sehingga membuatnya sangat berguna untuk keperluan navigasi sejak awal dikembangkan.

Dampak dari karakteristik Mercator ini, seperti yang dijelaskan PBB, adalah wilayah yang semakin jauh dari khatulistiwa akan tampak semakin besar. Sebagai contoh, PBB menyoroti bagaimana Greenland bisa terlihat hampir sebesar Afrika, padahal luas Afrika sebenarnya sekitar 14 kali lebih besar dari Greenland.

Penjelasan PBB Mengenai Penggunaan Equal Earth

Pada 4 September 2026, Majelis Umum PBB mengesahkan sebuah resolusi yang mendorong pemerintah, institusi pendidikan, organisasi internasional, dan perusahaan teknologi untuk mempertimbangkan penggunaan Equal Earth serta proyeksi equal-area lainnya. Dorongan ini khususnya berlaku ketika perbandingan luas wilayah menjadi aspek krusial.

PBB menegaskan bahwa resolusi tersebut bersifat mendorong, bukan melarang atau mewajibkan penggantian proyeksi Mercator. Pihaknya menekankan bahwa setiap proyeksi peta memiliki kegunaan dan keterbatasan masing-masing, mengingat ketidakmungkinan memproyeksikan permukaan bola Bumi secara sempurna ke bidang datar.

Dalam laman resminya, PBB mengutip Menteri Luar Negeri Togo, Robert Dussey, yang menyatakan, “Peta membentuk pemahaman kita tentang dunia.” Dussey menambahkan, “Peta yang adil tidak mengubah geografi dunia, tetapi mengubah cara kita melihat dunia.” Resolusi ini bersifat tidak mengikat, sehingga proyeksi Mercator tetap dapat digunakan untuk tujuan yang sesuai, terutama dalam navigasi.

Cara Mengakses dan Mengunduh Peta Equal Earth

Peta Equal Earth dapat diakses dan diunduh secara gratis melalui situs resminya di equal-earth.com. Situs ini menyediakan berbagai versi peta dunia yang berpusat pada wilayah berbeda, seperti Afrika dan Eropa, Benua Amerika, serta Asia Timur dan Australia.

Untuk mengaksesnya, pengguna cukup mengunjungi situs tersebut, memilih versi peta berdasarkan fokus wilayah yang diinginkan, lalu memilih format yang tersedia. File peta kemudian dapat diunduh untuk keperluan penyimpanan atau pencetakan. Situs Equal Earth menyatakan bahwa peta dinding ini berada dalam public domain, memungkinkan pengguna untuk mencetak, memodifikasi, dan menggunakan kembali peta sesuai ketentuan yang berlaku.