Jurnal Indonesia — JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kenegaraan dari Menteri Pertahanan Republik Sudan, H.E. Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama, terutama di sektor pertahanan.
Dalam upacara penyambutan yang berlangsung di Jakarta, Sjafrie menyambut Kayan. Diskusi kemudian dilanjutkan dalam pertemuan tertutup. Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa Sudan melihat Indonesia sebagai negara sahabat yang telah terjalin lama.
“Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia, bertemu dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang terkhusus di bidang pertahanan, karena kami melihat Indonesia adalah negara sahabat yang sudah sangat lama,” ujar Menhan Sudan.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang kerja sama di bidang pertahanan pangan. Sudan, yang memiliki potensi lahan pertanian luas dan subur serta sektor peternakan yang besar, menawarkan potensi tersebut untuk dijajaki bersama Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Rico Ricardo Sirait menambahkan bahwa terdapat potensi hubungan ekonomi dan kerja sama yang lebih luas. Sudan memandang posisinya yang strategis dan kedekatannya dengan negara-negara Afrika sebagai peluang untuk memperluas hubungan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Namun, seluruh peluang kerja sama yang dibahas, termasuk di bidang pertahanan dan ekonomi, masih memerlukan kajian lebih lanjut melalui mekanisme kementerian dan lembaga terkait. Kedua negara berencana menyusun kerangka kerja sama formal dalam bentuk Defense Cooperation Arrangement.
Saat ini, Indonesia dan Sudan belum memiliki dokumen formal yang mengatur kerja sama pertahanan bilateral. Oleh karena itu, aspek kelembagaan dan kerangka kerja sama akan menjadi agenda pembicaraan selanjutnya. Indonesia juga terus mencermati perkembangan situasi keamanan dan kemanusiaan di Sudan.
Selanjutnya, hasil dari pertemuan tingkat menteri ini akan ditindaklanjuti secara teknis melalui pembentukan gugus kerja. Gugus kerja ini akan bertugas memetakan peluang secara konkret dan memastikan pelaksanaan kerja sama sesuai dengan kepentingan nasional kedua negara.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.