— Dublin – Pelatih tim nasional Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, melontarkan komentar kontroversial mengenai genosida jelang pertandingan melawan Israel di ajang Nations League. Pernyataannya tersebut memicu kemarahan dari pihak Israel.

Pertandingan antara Irlandia dan Israel dijadwalkan berlangsung pada 28 September dan 5 Oktober mendatang. Sebelum laga tersebut, Hallgrimsson mengungkapkan ketidaknyamanan pemainnya untuk menghadapi Israel, merujuk pada isu penjajahan Palestina dan korban sipil yang berjatuhan akibat serangan Israel.

“Saya sudah mengatakan sebelumnya, kami tidak bermain dengan genosida, kami bermain melawan genosida. Kami bermain melawan Israel, kami tidak bermain dengan Israel,” ujar Hallgrimsson dalam pernyataannya.

Komentar tersebut sontak menimbulkan reaksi keras dari Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Melalui pernyataan resmi, IFA balik menyerang Hallgrimsson.

“Kami telah berkontribusi pada dunia dan kemanusiaan di bidang yang tak terhitung jumlahnya, mendapatkan sejumlah Hadiah Nobel yang mengesankan di sepanjang jalan. Sayangnya, kami belum menemukan obat untuk kebodohan, ketidaktahuan, dan kemunafikan yang ditampilkan pelatih tim @IrelandFootball. Kami tidak bermain dengan ketidaktahuan, kemunafikan dan kebodohan, kami bermain melawan pelatih yang mewujudkannya,” balas Israel.

Sejak Februari lalu, desakan agar Irlandia memboikot pertandingan melawan Israel terus mengemuka. Kelompok Irish Sport for Palestine Group bahkan menyerukan para pemain Republik Irlandia untuk tidak mengikuti pertandingan tersebut. Mereka juga mengecam federasi, UEFA, dan pemerintah karena dinilai gagal mengantisipasi pertandingan ini.