Jurnal Indonesia — Potensi musim kemarau dan kekeringan yang melanda wilayah Kasemen, Kota Serang, diprediksi membuat para petani di sana tidak dapat menanam padi pada masa tanam (MT) 3. Kondisi ini telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Seorang petani perempuan bernama Suriyah mengungkapkan bahwa musim kering telah berlangsung selama dua bulan, bahkan bisa mencapai tiga bulan. Ia menjelaskan bahwa padi untuk masa tanam kedua (MT 2) sudah selesai dipanen. Namun, lahan sawahnya di Kampung Kebasiran, Kasemen, kini sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditanami padi karena kekeringan.
“Nggak, kemarau panjang. Nggak bisa ditanam padi lagi,” ujar Suriyah. Ia menambahkan bahwa tanaman padi tidak akan tumbuh maksimal akibat kekurangan air.
Untuk tetap menjaga produktivitas lahan sekaligus memberikan waktu istirahat bagi tanah, Suriyah memutuskan untuk menanam mentimun. “Ini tanam bonteng (mentimun) karena udah nggak bisa nanam padi,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Mardani, seorang petani dari Kampung Cangkring. Ia mengaku belum memastikan apakah akan menanam padi pada MT 3 yang diperkirakan jatuh pada akhir Agustus atau awal September mendatang. Keputusan tersebut akan bergantung pada ketersediaan air.
“Nanti ngelihat September masih ada airnya apa nggak,” katanya. Saat ini, Mardani terpaksa memompa air dari saluran irigasi agar sawahnya tetap teraliri. “Didisel, lumayan pengeluarannya,” tuturnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.