— Kepolisian Daerah Jawa Timur telah mengerahkan dua unit helikopter untuk membantu operasi pencarian 28 korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang masih belum ditemukan di perairan Sumenep, Madura. Upaya pencarian ini dilakukan secara gabungan melalui jalur udara dan laut.

Kedua helikopter tersebut, satu dari Mabes Polri dan satu dari Polda Jawa Timur, berfungsi untuk memantau area pencarian dari ketinggian. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menyatakan, “Ya, ada (terjunkan helikopter). kemarin dari Mabes diperbantukan. Kami dari Polda satu dan Mabes Polairud satu.” Pernyataan ini disampaikan pada Senin (3/8/2026).

Sebelumnya, Direktorat Polairud Polda Jatim mengonfirmasi bahwa masih ada 28 penumpang yang belum ditemukan, diduga melompat dari kapal saat kebakaran terjadi. Jumlah ini masih bersifat dinamis seiring berjalannya pendataan dan pencarian di lapangan.

Kerahkan Kapal Tipe B dan KPC

Selain helikopter, Ditpolairud Polda Jatim juga menggunakan Kapal Tipe B dan Kapal Patroli Cepat (KPC) untuk mendukung pencarian korban. Kombes Arman Asmara, Dirpolairud Polda Jatim, menjelaskan bahwa Kapal Tipe B yang berukuran lebih besar digunakan untuk menjangkau area perairan yang lebih luas. Sementara itu, KPC difokuskan untuk menyisir kawasan pesisir Sumenep.

“Yang dua kapal itu jenisnya kalau di polisi itu pakai tipe dia mbak. Dia tipe-nya tipe B. Tipe B itu 30 meter ke atas ya. Kapalnya lebih besar. Sama kalau yang di pinggir-pinggir pesisir itu pakainya namanya sebutannya KPC. KPC-nya kita pesisir itu KPC jenis level 3 dan level 2,” jelasnya.

KPC dikerahkan untuk memastikan apakah ada korban yang terdampar di sepanjang pesisir, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. “Biar bisa memastikan apakah terdampar atau dalam keadaan hidup atau lainnya gitu. Karena kan malam ini kan sudah satu hari satu malam kan mbak. Dia harus bisa dipastikan kembali,” terang Arman.

Siapkan Drone Bawah Air

Tim SAR gabungan juga menyiagakan peralatan berteknologi tinggi, termasuk perangkat bawah air, sebagai antisipasi jika KMP Mutiara Sentosa 2 tenggelam. Arman menambahkan bahwa kapal tersebut saat ini masih mengapung dalam posisi miring dan masih panas, sehingga pencarian di sekitar kapal dilakukan dengan ekstra hati-hati.

“Underwater, kan kapal belum tergelam. Tapi kalau alat yang di bawah ada sonar. Ada namanya drone bawa laut. Drone air ya. Drone air, ada scan, scan metal namanya,” ujarnya. Ia juga menyebutkan adanya motor laut dan kamera underwater untuk mendukung operasi. “Terus ada motor laut juga. Kalau untuk pendukungnya itu kamera underwater. Antisipasi kalau misalnya ada tenggelam, tampak pelampung dan sebagainya,” sambungnya.

Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Informasi awal mengenai kebakaran kapal diterima oleh petugas siaga Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak. Satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2, yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar, mengalami kebakaran. Kapal tersebut dilaporkan membawa sekitar 250 orang.

Menurut informasi dari nakhoda yang diterima perusahaan, kebakaran terjadi di ujung utara Madura antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan nakhoda terputus. Hingga Senin (3/8/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban.