— Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan 1.246 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian unjuk rasa yang dilaporkan berlangsung di beberapa titik kawasan ibu kota. Penempatan pasukan bertujuan memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, mengatakan pengamanan dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan kepolisian serta penghormatan terhadap hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

Komposisi Personel dan Instruksi Tugas

Reynold menyebutkan personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, dan pemerintah daerah. Total kekuatan mencapai 1.246 personel.

“Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib,” ujar Reynold.

Ia mengimbau seluruh petugas bertindak secara humanis dan persuasif, tetap mengutamakan keselamatan publik serta profesionalisme. Reynold juga menegaskan instruksi agar personel tidak membawa senjata api maupun senjata tajam selama pengamanan berlangsung.

Imbauan Untuk Peserta Aksi dan Pengguna Jalan

Kapolres meminta para peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan menghindari tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Selain itu, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi unjuk rasa untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi agar mencari jalur alternatif. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional melihat perkembangan di lapangan,” kata Reynold.

Lokasi Aksi

Dalam laporan, Gerakan Ojol Indonesia Bersatu beserta sejumlah elemen masyarakat dijadwalkan melakukan unjuk rasa di kawasan Gambir. Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi bersama elemen lain direncanakan berkumpul di area DPR/MPR RI, Senayan.

Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan pengamanan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian aksi selesai guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.