— Suasana upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, menyuguhkan momen perhatian saat Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh Joko Widodo bertemu dan saling memberi hormat.

Peristiwa itu terjadi ketika Prabowo menyalami para tamu undangan setibanya di lokasi. Saat berpapasan dengan Jokowi, keduanya melakukan sikap hormat secara bergantian sebelum berjabat tangan.

Upacara digelar di Latsat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Selain kedua kepala negara, hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat negara lainnya.

Rangkaian Salam Tamu dan Pejabat

Setibanya di lokasi, Prabowo menyapa tamu satu per satu. Ia sempat menyalami Sinta Nuriyah Wahid yang duduk di samping Jokowi.

Setelah bertukar salam dengan Jokowi, Prabowo melanjutkan rangkaian salam kepada tokoh-tokoh lain yang hadir, termasuk Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, serta Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

Prabowo kemudian menempati kursi yang telah disiapkan di panggung utama. Ia duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga terlihat duduk sejajar dengan Prabowo.

Acara dihadiri pula oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, antara lain Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menko Bidang PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Pesan Prabowo untuk Polri

Dalam sambutannya pada peringatan Hari Bhayangkara, Prabowo menyampaikan pesan dan apresiasi kepada Polri. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat.

“Pertama, jagalah kepercayaan rakyat, karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,”

Prabowo meminta agar Polri terus mendekatkan diri kepada rakyat dan berperan melindungi masyarakat.

“Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat, karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat,”

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus berlangsung adil dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok mana pun,”

Prabowo menambahkan: “Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum.”

Selain memberi arahan, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran atas upaya pembenahan organisasi dan peningkatan profesionalisme dalam pelayanan publik.