Jurnal Indonesia — Pontianak – Presiden Prabowo Subianto secara langsung memimpin rapat terbatas untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Rapat yang digelar di Posko Satgas Udara, Pontianak, ini menekankan pentingnya tindakan yang cepat, terkoordinasi, dan fokus pada penanganan langsung di lapangan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga menggarisbawahi perlunya ketegasan pemerintah daerah dalam menegakkan aturan di wilayah masing-masing. Selain itu, langkah-langkah pencegahan yang lebih kuat perlu diperkuat untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang.
Dalam upaya penanganan karhutla secara cepat, Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan beberapa langkah strategis yang telah disiapkan. Salah satunya adalah penambahan kekuatan personel TNI dari luar Kalimantan. Sebanyak tiga batalyon TNI, yang diperkirakan berjumlah sekitar 1.500 personel, akan didatangkan secara bertahap mulai hari ini hingga Minggu pagi.
Selain penambahan personel TNI, pemerintah juga mengerahkan aparat gabungan di darat untuk memadamkan titik-titik api yang muncul. Untuk mendukung operasi pemadaman dari udara, enam unit helikopter water bombing akan segera tiba sore ini. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap titik api yang terdeteksi.
Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan intensitas operasi modifikasi cuaca (OMC). Upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan prediksi potensi hujan yang diperkirakan akan turun di wilayah Kalimantan Barat, guna mendukung upaya pemadaman karhutla.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menambahkan bahwa pemerintah akan memperbanyak penggunaan alat pompa dan bor air. Peralatan ini akan difokuskan pada lahan-lahan gambut untuk meredam titik panas yang berada di bawah permukaan tanah, sehingga dapat mencegah potensi kebakaran lebih lanjut.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.