— Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta. Kedatangan Lukashenko disambut rangkaian upacara kenegaraan yang berlangsung di halaman Istana.

Prosesi penyambutan dimulai sejak rombongan memasuki gerbang Istana pada siang hari. Pengawalan menggunakan pasukan berkuda dan pengawal bermotor, sementara barisan jajar kehormatan menyambut sepanjang akses menuju teras istana.

Prosesi Penyambutan

Setibanya di halaman Istana, Lukashenko disambut langsung oleh Prabowo. Kedua kepala negara berjabat tangan dan berpelukan sebelum melangkah menuju mimbar upacara.

Upacara dibuka dengan pemutaran lagu kebangsaan Belarus, kemudian lagu kebangsaan Indonesia. Setelah itu, Prabowo dan Lukashenko melakukan inspeksi pasukan kehormatan dengan mengelilingi halaman istana dan memberi penghormatan di hadapan bendera kedua negara.

Dalam penyambutan, sejumlah siswa ikut berbaris sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Belarus. Tarian Enggang dari Kalimantan Timur juga ditampilkan sebagai bentuk penghormatan budaya kepada tamu negara.

Agenda Setelah Penyambutan

Usai upacara, kedua pemimpin menyapa para siswa dan saling memperkenalkan anggota delegasi masing-masing. Lukashenko kemudian menandatangani buku tamu di Ruang Kredensial Istana Merdeka.

Kunjungan dilanjutkan dengan pertemuan tete-a-tete antara Prabowo dan Lukashenko, yang kemudian berkembang menjadi pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara.

Delegasi Indonesia

Beberapa pejabat yang mendampingi Presiden Prabowo saat menyambut Lukashenko antara lain:

  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
  • Menteri Luar Negeri Sugiono
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  • Menteri Investasi Rosan Roeslani
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon
  • Menteri Pertanian Amran Sulaiman
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
  • Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah

Kunjungan Lukashenko ke Indonesia merupakan balasan atas kunjungan Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025 dan menjadi lawatan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah kunjungan pada 2013.