— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan terbatas pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Pada penutupan sesi Selasa (8/9/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 66,77 poin atau 1,01% ke level 6.686. Sektor barang baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2%, sementara sektor kesehatan mengalami kenaikan terendah di angka 0,59%.

Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas dengan level support dan resistance berada di kisaran 6.600 hingga 6.710.

Penguatan ini didukung oleh data ekonomi Jepang yang menunjukkan peningkatan signifikan. Japan Labor Cash Earnings YoY melonjak dari 4% menjadi 4,7%, level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Japan Real Cash Earnings YoY juga turut naik dari 2,2% menjadi 2,4%, kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kenaikan gaji pokok sebesar 4,1% atau rata-rata ¥1.177 per jam, mengindikasikan daya beli dan konsumsi yang kokoh di tengah tekanan inflasi.

Kenaikan upah ini merupakan hasil negosiasi serikat pekerja Rengo yang telah mencapai 5% berturut-turut selama tiga tahun terakhir. Kenaikan upah yang berkelanjutan disebabkan oleh berkurangnya pasokan tenaga kerja, memaksa perusahaan menaikkan kompensasi. Penguatan upah ini diharapkan dapat menjaga daya beli dan konsumsi, meskipun pengeluaran rumah tangga cenderung selektif.

Potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral Jepang pada pertemuan 18 September mendatang cukup terbuka, diperkirakan naik sekitar 25 basis poin menjadi 1,25%. Kenaikan ini akan mendorong imbal hasil obligasi Jepang 10 tahun ke level tertingginya di 3%.

Tren kenaikan suku bunga juga mulai diadopsi oleh bank sentral dunia. The Fed bersiap menaikkan suku bunga satu hingga dua kali hingga akhir tahun, dengan probabilitas kenaikan bulan ini sebesar 62,7%. Peningkatan probabilitas ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana Amerika Serikat kembali menyerang kapal tanker Iran. Insiden ini berpotensi mendongkrak kembali harga minyak dunia.

Harga minyak mentah tercatat merambat naik, dengan WTI mencapai US$ 94,33 per barel dan Brent US$ 97,92 per barel, mendekati level US$ 100 per barel. Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan inflasi bulan September dapat bergerak naik, yang memerlukan respons kebijakan dari The Fed.

Di tengah volatilitas global, IHSG diprediksi tetap mampu bertahan, meskipun ruang koreksi tetap terbuka. Untuk pasar obligasi, imbal hasil SUN 10 tahun diperkirakan akan bergerak di rentang 7,1%-7,15%.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) telah berhasil direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun. Hal ini membuat cicilan tahunan menjadi sekitar Rp1 triliun atau sedikit di bawahnya. Pemerintah akan mengambil alih pengelolaan kewajiban Whoosh pada 15 September 2026, dengan opsi melibatkan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

Pemerintah juga membuka peluang ekspansi jaringan kereta cepat hingga Jawa Timur setelah mendapat respons positif dari pihak China. Restrukturisasi utang Whoosh dinilai positif dalam jangka pendek karena meringankan beban cicilan tahunan dan mengurangi tekanan keuangan pemerintah. Namun, tenor yang sangat panjang mengharuskan pemerintah memastikan proyek Whoosh mampu meningkatkan utilisasi dan pendapatan di masa depan.

Rencana ekspansi ke Jawa Timur berpotensi memperkuat keekonomian jaringan, namun perlu dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan permintaan penumpang dan kemampuan proyek menghasilkan arus kas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham BWPT, VKTR, dan INET untuk perdagangan hari ini, Rabu (9/9/2026).