— JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yakni MBMA, LSIP, dan ERAA, untuk diperdagangkan pada Rabu, 9 September 2026.

Saham MBMA diprediksi berpeluang melanjutkan kenaikan setelah menunjukkan pemulihan dan kembali berada di atas level 550. Target selanjutnya adalah 570-585, didukung oleh peningkatan volume perdagangan. Namun, indikator MACD masih menunjukkan sinyal bearish tipis, sehingga konfirmasi momentum masih diperlukan. Level support terdekat berada di 550, yang dinilai valid selama harga bertahan di atasnya.

MBMA dilaporkan tengah mempertimbangkan aksi penggalangan dana melalui penerbitan depositary receipts di Bursa Hong Kong. Rencana ini masih dalam tahap pembahasan dan belum ada kepastian mengenai nilai maupun waktu pelaksanaannya.

Selanjutnya, saham LSIP menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus level 1.690. Penguatan MACD dan peningkatan volume perdagangan mendukung momentum kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas 1.690, saham ini berpeluang menuju target 1.730-1.760.

Kenaikan mandatory blending rate dari B40 menjadi B50 secara langsung meningkatkan konsumsi Crude Palm Oil (CPO) domestik. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang menargetkan peningkatan alokasi biodiesel sawit pada 2026 menjadi 16,8 juta KL.

Sementara itu, saham ERAA sedang mengalami pullback setelah menembus level 585. Indikator MACD masih menunjukkan sinyal bullish dengan momentum yang positif, didukung oleh volume perdagangan yang mengindikasikan kenaikan sebelumnya. Selama harga bertahan di kisaran 565-585, peluang untuk mencapai target 605-632 masih terbuka.

ERAA melaporkan laba bersih pada kuartal II-2026 sebesar Rp 784 miliar, mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 568,3 miliar.

Prediksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,01% ke level 6.686,4 pada perdagangan sebelumnya. Penguatan ini didukung oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar serta sektor barang baku dan konsumen primer.

Sentimen positif muncul seiring meredanya kekhawatiran erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sejumlah bandara kembali beroperasi. Penguatan harga komoditas seperti tembaga dan minyak juga turut menopang saham berbasis komoditas.

Secara teknikal, IHSG kembali mendekati level resistance 6.700 dengan momentum yang masih positif. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji dan berkonsolidasi di area 6.600–6.700. Penembusan level 6.700 akan membuka peluang menuju 6.755, sementara 6.600 menjadi support terdekat.

Katalis berikutnya yang perlu dicermati adalah data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 11 September, dengan konsensus headline 3,4% YoY dan core 2,4% YoY. Pergerakan harga komoditas di tengah konflik Timur Tengah juga menjadi perhatian.

Harga minyak yang kembali mendekati US$ 100 per barel berpotensi menopang saham energi. Sementara itu, harga tembaga yang mencetak rekor US$ 14.533 per ton mendukung saham metal.

Di pasar domestik, normalisasi penerbangan pasca erupsi Anak Krakatau, yang sebelumnya berdampak pada hampir 3.000 penerbangan, menjadi katalis positif. Namun, risiko gangguan lanjutan tetap perlu dicermati.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average melemah 1,18% ke level 52.786, S&P 500 turun 0,58% ke 7.673,5, dan Nasdaq Composite melemah 0,32% menjadi 26.421,4.